Israel Bunuh 7.028 Warga Gaza, tapi Kaim Pasukan Militernya Paling Bermoral di Dunia

Kerusakan di Gaza usai dibombardir Israel.

 

TEL AVIV (wartadigital.id) – Menteri Energi Israel, Israel Katz mengklaim pasukan militer negaranya paling manusiawi dan paling bermoral di dunia. Klaim itu disampaikan terlepas dari pengumuman pemerintah Palestina bahwa sudah 7.028 warga tewas akibat serangan militer Zionis di Gaza.

Bacaan Lainnya

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melakukan kampanye pengeboman besar-besaran di daerah kantong Palestina yang berpenduduk padat, Gaza, sebagai pembalasan atas serangan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober ke Israel.

Militer Israel mengatakan bahwa lebih dari 1.400 orang tewas dalam serangan Hamas tersebut, yang diberi nama Operasi Badai al Aqsa. Tak Percaya Katz mengatakan kepada Bild bahwa pasukan Israel bertindak manusiawi dalam menanggapi serangan Hamas. “Kami tidak tertarik membiarkan penduduk kelaparan. Kami ingin mengalahkan Hamas. Itu sebabnya kami menyerukan masyarakat untuk pergi ke selatan. Di sana, mereka mendapatkan air, makanan, obat-obatan, dan lainnya,” ujarnya, mengabaikan fakta bahwa warga Gaza yang mengungsi ke wilayah selatan masih diserang juga.

“Saya tekankan sekali lagi: Kami adalah orang-orang yang manusiawi. Kami adalah militer paling bermoral di dunia,” ujarnya kepada media Jerman tersebut, yang dikutip RT, Jumat (27/10/2023).

Menurut kementerian itu, hampir 3.000 di antaranya adalah anak-anak. Namun juru bicara media Arab untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu; Ofir Gendelman, tidak percaya dengan data korban tewas di Gaza. “Datanya dari mana? Itu dari Kementerian Kesehatan yang menerima perintah dari Kementerian Informasi Hamas dan juru bicara teroris Hamas,” katanya kepada Al Arabiya. “Tidak ada data independen,” katanya lagi.

Ketika ditanya apakah menurutnya jumlah korban tewas yang dipublikasikan oleh organisasi internasional atau PBB akurat, dia mengatakan semua itu tunduk pada perintah Hamas. “Mereka takut pada Hamas. Dalam beberapa kasus, tim tersebut adalah warga Palestina yang tergabung dalam Hamas,” ujarnya. sin, ara