Israel Kepung RS Al Shifa, Sandera 5 Ribu Orang Lebih

Reuters
Israel dilaporkan telah menyandera lebih dari 5.000 orang di Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza.

 

GAZA (wartadigital.id) – Militer Israel dilaporkan telah menyandera lebih dari 5.000 orang di Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza, termasuk dokter, perawat, staf rumah sakit, pasien, dan pengungsi. Ratusan tentara Israel menyerbu RS Al Shifa pada Kamis  (16/11/2023) malam waktu setempat.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA, staf rumah sakit sudah meminta pertolongan dan perlindungan kepada Palang Merah Internasional dan organisasi dunia lain. Sementara itu situasi di rumah sakit sangat buruk. Tidak ada akses air, listrik, dan makanan.

Tentara Israel dilaporkan tidak segan menembaki siapa pun yang bergerak. Bahkan seorang anak berusia 12 tahun terluka karena ditembak di kaki ketika mencoba pindah.

Israel telah mengepung rumah sakit dengan tank dan buldoser. Mereka juga menghancurkan peralatan medis, termasuk CT Scan dan mesin MRI. Dinding utara dan selatan kompleks, dapur rumah sakit, dan kendaraan milik staf dan warga sipil telah dihancurkan oleh buldoser Israel.

Pihak Israel mengaku telah meratakan semua jalan dalam radius satu kilometer dari rumah sakit, termasuk Jalan Al-Wehda, yang menyebabkan hancurnya rumah, tempat usaha, apotek, dan pompa bensin.

Rumah Sakif Al Shifa merupakan rumah sakit terbesar di Gaza. Rumah sakit ini beroperasi di bawah Kementerian Kesehatan.

Korban Tewas Capai 11.697 Orang

Sejumlah 11.697 orang di Palestina dilaporkan tewas dalam serangan Israel sejak meletus perang Israel – Hamas di Palestina, 7 Oktober 2023. Sedangkan di Tel Aviv sendiri, sebanyak 1.200 orang terbunuh. Hingga hari ini, sedikitnya 41 jurnalis tewas saat bertugas meliput perang Israel-Hamas.

Data terbaru tersebut dihimpun kantor media pemerintah di Gaza pada Kamis (16/11/2023) waktu setempat. Sebab, sudah lima hari berturut-turut Kementerian Kesehatan Gaza belum bisa memberikan update jumlah korban akibat terputusnya komunikasi dan layanan medis di Kota Gaza pada Jumat (10/11/2023).

Diwartakan Al Jazeera sebelumnya, pada Jumat (10/11/2023), total ada 11.078 orang tewaas, di antaranya 4.506 anak-anak dan 3.027 wanita. Sementara laporan The Guardian mengatakan ada 27.490 warga Palestina lainnya di Gaza terluka akibat serangan Israel per Jumat (10/11/2023).

Berikut ini update jumlah korban Perang Israel-Hamas:

  1. Gaza

Terbunuh: Setidaknya 11.500

termasuk: – 4.710 anak dan  3.160 wanita

Terluka: Setidaknya 29.800

Dengan sekitar 70 persen di antara korban terluka adalah anak-anak dan perempuan.

 

  1. Tepi Barat yang diduduki

Tewas: Setidaknya 197

Termasuk 48 anak

Terluka: Lebih dari 2.750

 

  1. Israel

Di Israel, awalnya pemerintah melaporkan 1.405 orang tewas dan 5.600 lainnya terluka.

Namun, pada Jumat (10/11/2023), Israel kemudian merevisi jumlah korban tewas menjadi sekitar 1.200. “Revisi itu disebabkan oleh fakta bahwa ada banyak manyat tidak teridentifikasi dan sekarang kami menduga itu milik Hamas, bukan korban Israel,” klaim Juru Bicara Kementerian Luar Negeri.

Terbunuh: Sekitar 1.200

Terluka: Setidaknya 5.600

Sejumlah fasilitas hancur

 

Menurut data terbaru dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah Palestina, dan hingga 7 November, serangan Israel setidaknya telah merusak:

  1. Sebanyak 222.000 unit tempat tinggal rusak
  2. Lebih dari 40.000 unit hancur total
  3. Sebanyak 278 fasilitas pendidikan rusak
  4. Sebanyak 270 fasilitas kesehatan diserang
  5. Sebanyak 69 tempat ibadah rusak, termasuk masjid dan gereja
  6. Sebanyak 45 ambulans rusak
  7. Sebanyak 11 toko roti hancur

Jurnalis terbunuh

Sampai Senin (13/11/2023), sedikitnya 41 jurnalis telah terbunuh selama meliput perang Israel-Hamas. Sebagian besar jurnalis yang tewas merupakan warga Palestina. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), 36 jurnalis Palestina telah terbunuh, empat jurnalis Israel dan satu warga Lebanon. rmo, trb