
Ustad Felix Siauw
JAKARTA (wartadigital.id) – Ustad Felix Siauw menyayangkan banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran-pelanggaran di hari-hari terakhir bulan Ramadan saat mengadakan kegiatan buka bersama. “Bukber-Bukber ini ketika mendekati akhir dari pada Ramadan malah makin kerap, makin sering terjadi pelanggaran-pelanggaran di dalamnya,” ujar ustad Felix Siauw dalam sebuah potongan video ceramahnya dikutip, Minggu (7/4/2024).
Ustad Felix Siauw pun mencontohkan salah satu pelanggaran yang terjadi saat buka puasa bersama itu sudah tidak aneh lagi banyak yang melewatkan salat.“Tidak lagi aneh ketika orang melewatkan Salat Magrib, apa lagi Salat Tarawih, itu sudah biasa dilewatkan. Masjid-masjid sekarang pada sepi,” katanya.
Diingatkannya justru yang paling penting ini adalah malam-malam terakhir ini. “Syukur Alhamdulilah kalau temen-temen bukber lantas mengutamakan salat. Jadi salatnya dapat, juga dapat itu sangat baik sekali,” ucap Ustad Felix Siauw.
Ustad Felix Siauw juga menuturkan, kebanyakan dari masyarakan ketika bukber justru tidak memperhatikan salat. Padahal justru kegiatan bukber tersebut karena kita berpuasa pada siang harinya, lalu ketika kemudian berbuka maka kita tentunya menginginkan buka dengan ketaatan pada Allah Subhanahu wata’ala. “Lah ini lebih parah lagi, sudah malam-malam terakhir thoafnya kemudian ramainya di mal, bukbernya bareng pacar pula. Nah, itu lengkap sudah (dosanya) cocok,” ujarnya.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Seperti diketahui, setiap hari di bulan Ramadan memang merupakan hari yang sangat spesial bagi umat muslim, tetapi 10 hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang lebih besar.
Hal ini karena pada 10 hari terakhir Ramadhan terdapat malam Lailatulqadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw. sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR. Muslim)
Hadist tersebut menunjukkan betapa pentingnya semangat dalam beribadah pada 10 hari terakhir Ramadan. Isi hadist tersebut menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW, memanfaatkan waktu tersebut dengan meningkatkan kualitas dalam beribadah.
Apabila ditelusuri lebih dalam lagi, ada beberapa faktor yang menyebabkan kesungguhan Nabi Muhammad SAW dalam beribadah selama 10 hari terakhir Ramadan, antara lain:
– 10 hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh dengan berkah.
– 10 malam terakhir merupakan malam-malam yang sangat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW.
– Terdapat kerinduan dalam menanti keindahan Lailatul Qadar atau malam kemuliaan yang keutamaannya jauh melebihi beribadah selama 1.000 bulan.
– Nabi Muhammad SAW. memberikan contoh kepada umatnya agar tidak terlena dalam kesibukan persiapan Hari Raya Idul Fitri sehingga melupakan keutamaan beribadah di 10 hari terakhir. ins