
JAKARTA (wartadigital.id) – Penjualan mobil di Indonesia belum menunjukkan hasil yang menggembirakan memasuki semester II 2024. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada Juli 2024 tercatat sebanyak 74.160 unit.
Angka tersebut turun 0,62% atau 463 unit dibandingkan pada Juni 2024 yang mencatat penjualan sebanyak 74.623 unit. Dan, mengalami penurunan sebesar 7,88% atau 6.344 unit dibandingkan Juli 2023.
Secara kumulatif periode Januari-Juli 2024, penjualan mobil nasional mengalami penurunan sampai 102.695 unit atau 17,49% menjadi 484.236 unit dibandingkan periode sama tahun 2023 yang mencapai 586.931 unit.
“Penjualan udah mulai membaik walau belum signifikan ya dari Mei-Juni-Juli. Kalau dibanding yoy (tahunan) memang belum pulih seperti tahun lalu,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, Rabu (14/8/2024).
Meski demikian, angka penjualan saat ini masih sesuai ekspektasi pelaku usaha. Pasalnya penjualan bisa mencapai lebih banyak lagi. “Kita harap di kisaran 80-90 ribu, syukur-syukur bisa 100 ribu unit (sebulan),” kata Kukuh.
Untuk mendongkrak penjualan, kata dia, pabrikan bisa melakukan melakukan berbagai cara. “Macam-macam tergantung produknya, kalau produk baru orang penasaran dan harga terjangkau orang pasti akan ada dorongan untuk membeli,” sebut Kukuh.
Sebagai catatan, capaian pada Juli 2024 ini kembali mengonfirmasi penjualan mobil nasional yang selalu di bawah 80.000 unit sejak awal tahun. Berbeda dengan tahun 2023, yang penjualan bulanan selalu di atas 80.000 unit, kecuali pada April. Kinerja terburuk penjualan mobil sejak awal 2024 ini tercatat pada April lalu, yang hanya sebanyak 48.637 unit. set, cnb