BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Bisa di Atas 3,9%

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

JAKARTA (wartadigital.id)  – Pemulihan ekonomi akan terus berjalan ke depannya. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 telah tumbuh mencapai 7,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dari kuartal II 2020 yang terkontraksi dalam sebesar -5,32 persen. Dengan pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 bisa lebih tinggi dari 3,9 persen.

“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2021 berada di kisaran rata-rata 3,5 persen hingga 4,3 persen. Dengan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua [2021], maka pertumbuhan bisa jadi lebih tinggi dari 3,9 persen,” tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada webinar internasional “Strengthening Economic Resilience in the Midst of Prolonged Covid-19 Pandemic”, Jumat (6/8/2021).

Bacaan Lainnya

Perry berpendapat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2021 merupakan pencapaian yang sangat positif dan mencerminkan pemuliham memang sedang berjalan. Kinerja ekspor melesat sangat tinggi, konsumsi masyarakat meningkat berkat berbagai stimulus fiskal, dan investasi terus membaik seiring dengan implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Selanjutnya, dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2022 berada di kisaran 4,6 persen hingga 5,4 persen. Angka pertumbuhan ini, tambahnya, didukung oleh upaya akselerasi pemulihan ekonomi. “Setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 ini, kami juga bersyukur bahwa Indonesia terus bergerak menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Tidak hanya di tahun ini, tetapi juga pada tahun depan,” katanya.

Perry mengatakan mayoritas indikator stabilitas keuangan, seperti inflasi dan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), juga berada di level yang relatif terkendali. Dia mengatakan inflasi akan dipertahankan di bawah target yaitu 3 persen plus minus 1, serta defisit transaksi berjalan di kisaran -0,6 persen hingga 1,4 persen PDB, pada 2021. “Sistem keuangan saat ini kuat, berkat upaya penguatan yang telah dilakukan dalam beberapa dekade terakhir sejak 1997-1998,” tutur Perry. ren