
SURABAYA (wartadigital.id) – Pada 17 April 1960 adalah hari lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Di tahun 2025 ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi kemahasiswaan yang telah memainkan peran penting dalam sejarah intelektual dan sosial politik Indonesia memasuki usia ke-65 tahun. Dengan semangat Ahlussunnah wal Jamaah, PMII terus mengukuhkan komitmennya terhadap nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial untuk menjawab tantangan masa depan.
“Di tengah arus globalisasi dan transformasi digital yang semakin cepat, PMII dihadapkan pada tantangan baru yang membutuhkan adaptasi, inovasi, dan konsistensi dalam perjuangan,” ujar M Syaiful Adhim dalam keterangannya, Senin (21/4/2025).
Harlah ke-65 ini bukan hanya momentum perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang PMII sebagai wadah kaderisasi dan penggerak perubahan. “Dari masa ke masa, PMII menjadi ruang dialektika antara pemikiran keislaman, keindonesiaan, dan semangat progresif kaum muda. Kini, dengan hadirnya era disrupsi digital, geopolitik yang dinamis, hingga krisis iklim dan kesenjangan sosial global, PMII perlu memperkuat kapasitas kader untuk menjawab persoalan-persoalan dunia masa kini,” lanjut pria yang juga menjadi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur Bidang Kaderisasi Penataan & Pendistribusian SDM.
Pria asal Gresik itu menyoroti tantangan PMII di masa depan global yang tidak menentu. “Tantangan masa depan global tidak bisa dijawab hanya dengan retorika ideologis. PMII perlu melahirkan kader-kader yang mampu berpikir kritis, memiliki literasi teknologi dan digital, serta memahami dinamika global secara utuh. Pendidikan kader harus diarahkan untuk menciptakan pemimpin masa depan yang inklusif, berwawasan global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” katanya.
Ia juga menjelaskan peranan penting dan strategis kader PMII dalam menjawab problematika sosial. “Di tengah ketegangan ideologi dan polarisasi sosial yang menguat di banyak belahan dunia, PMII memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai moderasi, dialog antar budaya, dan semangat kebersamaan. Ke depan, PMII tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi aktor utama yang turut membentuk arah masa depan Indonesia dan dunia,” lanjutnya.
Dan tidak lupa juga Syaiful memberikan harapan ke depan dalam Harlah ke-65 tahun PMII. “Dengan semangat Harlah ke-65, mari kita kuatkan tekad untuk menjadikan PMII sebagai kekuatan transformatif, yang terus hadir memberi solusi, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan berkontribusi aktif dalam menjawab tantangan global,” tutupnya. sis
