Cemara di Garis Pantai: Hijaukan Watu Pecak, Hidupkan Ekonomi Lokal

Rakor persiapan kegiatan Pantai Lestari, Cemara Menyapa di Ruang Rapat Kantor DLH Lumajang, Rabu (25/6/2025)

LUMAJANG (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat komitmen dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan pariwisata. Salah satu inisiatif terbaru adalah kegiatan Pantai Lestari, Cemara Menyapa yang akan digelar pada 28 Juni 2025 di kawasan Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menjaga keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus memerindah destinasi wisata melalui penanaman pohon cemara. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah even kolaboratif yang mengangkat potensi budaya, lingkungan, dan wisata pesisir Lumajang.

Bacaan Lainnya

Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Agus Rokhman Rozaq menyatakan, kegiatan ini menjadi representasi dari langkah strategis Pemkab Lumajang menghadapi tantangan perubahan iklim dan abrasi.

“Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tapi langkah nyata dan terukur. Kami ingin menjadikan Pantai Watu Pecak tak hanya indah secara visual, tapi juga tangguh terhadap dampak lingkungan,” ujarnya dalam Rakor Persiapan kegiatan Pantai Lestari, Cemara Menyapa di Ruang Rapat Kantor DLH Lumajang, Rabu (25/6/2025).

Sementara itu, Gunawan Eko, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, menekankan bahwa pohon cemara memiliki nilai ganda: konservasi dan estetika.

“Keberadaan pohon cemara diharapkan memberi wajah baru bagi Pantai Watu Pecak lebih rindang, nyaman, sekaligus berperan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,” ujarnya.

Melalui Pantai Lestari, Cemara Menyapa, Pemkab Lumajang mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pelaku wisata dan komunitas lokal untuk berkolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi daerah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh praktik baik bagaimana pelestarian alam tidak harus berseberangan dengan geliat pariwisata, tetapi justru bisa saling menguatkan. Kesadaran kolektif dan aksi bersama inilah yang diharapkan akan menginspirasi wilayah lain dalam mengelola kekayaan alamnya secara bijak dan bertanggung jawab. uja, kim

Pos terkait