Taman Bunga Puspa Adi Warna: Warna Baru dari Lereng Semeru Lumajang

Taman Bunga Puspa Adi Warna resmi dibuka oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama Wabup Yudha Adji Kusuma, Selasa (14/10/2025)

LUMAJANG (wartadigital.id) – Pronojiwo kini punya wajah baru. Di kaki Gunung Semeru yang gagah berdiri, hamparan bunga berwarna-warni bermekaran seolah menyapa siapa pun yang datang. Di sanalah, Taman Bunga Puspa Adi Warna resmi dibuka oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), Selasa (14/10/2025).

Nama taman ini tak sekadar indah di telinga. Puspa Adi Warna berarti “taman yang penuh bunga dengan berbagai warna”, makna yang seolah mewakili keberagaman dan kehangatan masyarakat Pronojiwo yang selalu hidup berdampingan dengan alam.

Bacaan Lainnya

Bunga-bunga yang tertata rapi di atas lahan hijau itu bukan sekadar hiasan. Ia adalah hasil kerja keras warga Desa Sumberurip yang berupaya menjadikan alam sebagai sumber penghidupan. Setiap kelopak bunga bercerita tentang harapan: harapan agar wisata ini menjadi jalan baru bagi ekonomi desa yang tumbuh dari kreativitas warganya.

Bunda Indah tampak tersenyum saat menyusuri jalur taman. “Taman Bunga ini bukan hanya cantik, tapi juga simbol semangat warga Pronojiwo. Mereka mampu mengubah potensi alam menjadi daya tarik wisata yang membanggakan,” ujarnya dengan nada penuh bangga.

Di balik keindahan taman, berdiri gagah Gunung Semeru, latar sempurna bagi wisatawan yang ingin berswafoto. Pemandangan itu menjadikan Puspa Adi Warna terasa hidup, seolah bunga dan gunung bersepakat menghadirkan kedamaian bagi siapa pun yang datang.

Setiap sudut taman menawarkan nuansa berbeda. Ada jalur bunga matahari yang hangat di pagi hari, ada pula taman mawar yang semerbak di sore yang teduh. Sambil menikmati udara segar, pengunjung bisa bersantai di gazebo bambu sambil menyeruput kopi robusta khas Pronojiwo.

Bagi warga sekitar, kehadiran taman ini lebih dari sekadar kebanggaan. Ia membuka peluang baru, yakni lapangan kerja bagi pemuda desa, ruang usaha bagi UMKM, hingga tempat rekreasi murah meriah bagi keluarga.

Bunda Indah berharap wisata ini menjadi magnet baru di Lumajang selatan. “Pronojiwo memiliki potensi besar. Hampir setiap desanya punya wisata yang khas. Tinggal bagaimana kita terus rawat, promosikan, dan jaga keberlanjutannya,” tuturnya.

Ia juga mengajak wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati pesona alam Lumajang. “Datanglah ke Lumajang. Nikmati keindahan alamnya dan rasakan keramahan warganya. Wisata kita tumbuh karena dukungan semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mas Yudha menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengembangkan destinasi berbasis komunitas. “Inisiatif warga seperti ini harus terus didorong. Ketika desa bisa mengelola potensinya sendiri, maka pembangunan akan berjalan dari bawah dengan semangat kemandirian,” ungkapnya.

Kini, Taman Bunga Puspa Adi Warna tak hanya menjadi tempat berfoto, tapi juga simbol kebangkitan ekonomi hijau di Lumajang. Dari tangan-tangan warga sederhana, lahirlah taman yang memerindah bumi sekaligus menumbuhkan kesejahteraan.

Di bawah sinar matahari Pronojiwo, bunga-bunga itu terus mekar. Dan bersama setiap mekarnya, tumbuh pula keyakinan bahwa Lumajang selatan tak hanya kaya akan pesona alam, tetapi juga kaya akan semangat warganya yang tak pernah berhenti menanam harapan. uja, ins

Pos terkait