
PONOROGO (wartadigital.id) – Di usianya yang belum genap tiga tahun, indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap RSUD Bantarangin masih naik turun.
IKM rumah sakit pelat merah di Kecamatan Kauman, Ponorogo, itu sempat menyentuh 92,54 pada triwulan III 2025, lalu turun menjadi 82,91 pada triwulan IV, dan kembali naik ke angka 87,45 pada triwulan I tahun 2026.
Direktur RSUD Bantarangin drg Enggar Tri Adji Sambodo mafhum dengan kondisi rumah sakit yang dipimpinnya ketika menggelar forum konsultasi publik (FKP), Kamis (23/4/2026).
“Kami ingin memberikan pelayanan yang profesional, konsisten, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” kata Enggar.
Menurut dia, FKP menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat jenis layanan baru, serta menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Enggar menyebut perlunya konsistensi mutu pelayanan menilik konsep pendirian RSUD Bantarangin adalah hospitel atau rumah sakit serasa hotel. “Alhamdulillah, ada tren kenaikan pemanfaatan layanan yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bantarangin,” ujarnya.

Dia tunjuk data jumlah kunjungan rawat jalan sepanjang 2025 mencapai 10.337 pasien, sementara jumlah pasien rawat inap mencapai 1.792 orang. Memasuki triwulan pertama 2026, tercatat 2.890 pasien rawat jalan dan 517 pasien rawat inap.
Namun, Enggar mengakui bed occupancy rate atau BOR (perbandingan tempat tidur yang terisi dengan total tempat tidur yang tersedia); average length of stay atau ALOS (rata-rata lama rawat inap); serta net death rate (NDR) dan gross death rate (GDR) sebagai indikator mutu pelayanan rumah sakit masih fluktuatif. “Semuanya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi pelayanan ke depan,” katanya.
Masih kata Enggar, RSUD Bantarangin sudah menambah satu operatie kamer (OK) atau ruang operasi dengan peralatan modern. Selain itu, membuka layanan khusus untuk pasien dengan gangguan jantung. “Kami juga menghadirkan inovasi layanan persalinan melalui metode ERACS (enhanced recovery after caesarean section),” ungkapnya.
Metode operasi caesar modern itu mempercepat pemulihan pasien, meminimalkan rasa nyeri, serta memungkinkan mobilisasi dini dalam waktu 2 hingga 4 jam pasca operasi, sehingga ibu dapat lebih cepat berinteraksi dengan bayinya. “Bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat,” imbuhnya.
RSUD Bantarangin yang launching medio November 2023 memiliki kapasitas 51 tempat tidur. Operasional rumah sakit kelas D dengan akreditasi utama itu didukung sebanyak 10 dokter spesialis. Terhitung sejak 14 Juni 2024, RSUD Bantarangin resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. ono