Cole Allen Penembak di Jamuan Trump: Saya Tak Rela Biarkan Pedofil dan Pemerkosa

Reuters
Cole Tomas Allen, pelaku pemembakan di acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat berhasil ditangkap kepolisian.

WASHINGTON (wartadigital.id)  –  Pria bersenjata yang menerobos keamanan dalam sebuah makan malam yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump merinci motifnya dalam sebuah manifesto. Pelaku menyebut pejabat AS sebagai target yang “diprioritaskan dari peringkat tertinggi hingga terendah.”

Penyerang, yang diidentifikasi sebagai Cole Allen, seorang guru berusia 31 tahun dari California, mengirimkan catatan kepada kerabatnya sekitar sepuluh menit sebelum serangan pada Sabtu di acara White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton di Washington. Demikian menurut New York Post, yang pertama kali menerbitkan teks tersebut dikutip, Senin (27/4/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam manifesto sepanjang 1.052 kata, yang ditandatangani Cole ‘coldForce’ ‘Friendly Federal Assassin’ Allen, tersangka menggambarkan dirinya sebagai warga negara Amerika “setengah hitam, setengah putih” dan membingkai tindakannya sebagai masalah tanggung jawab pribadi untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah.

“Dan saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat menodai tangan saya dengan kejahatannya,” tulisnya, menyebut para pejabat pemerintahan Trump – secara eksplisit tidak termasuk Direktur FBI Kash Patel – sebagai target yang diprioritaskan.

Meskipun Allen mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk meminimalkan korban di antara personel keamanan, staf hotel, dan tamu dengan menggunakan peluru timah, ia mengakui bahwa tetap akan menyerang hampir semua orang di sini untuk mencapai target jika benar-benar diperlukan. Alasan bahwa mereka yang menghadiri acara tersebut “terlibat” secara sukarela.

Berulang kali merujuk pada keyakinan Kristennya, pelaku penembakan kemudian menanggapi kritik yang diantisipasi terhadap tindakannya.

“Saya bukan orang yang diperkosa di kamp penahanan. Saya bukan nelayan yang dieksekusi tanpa pengadilan. Saya bukan anak sekolah yang diledakkan atau anak yang kelaparan atau gadis remaja yang dilecehkan oleh banyak penjahat di pemerintahan ini,” tulis Allen, yang tampaknya merujuk pada keluhan termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Venezuela, serangan AS terhadap sekolah perempuan Iran, penegakan hukum imigrasi, dan kasus Jeffrey Epstein.

Trump menggambarkan tersangka sebagai ‘orang sakit’ yang membenci orang Kristen. “Saya membaca manifesto itu. Dia telah menjadi radikal. Dia dulunya seorang Kristen, seorang yang beriman, dan kemudian dia menjadi anti-Kristen… dia mungkin orang yang cukup sakit,” kata Trump.

Lulusan S2 Ilmu Komputer yang Jadi Guru

Cole Tomas Allen, pelaku pemembakan di acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) malam, diketahui bekerja sebagai guru. Pria asal California itu lulusan kampus kenamaan.

Bin Tang, profesor ilmu komputer California State University-Dominguez Hills, mengatakan kepada Associated Press, Allen merupakan mahasiswa yang baik dan sopan. “(Allen) merupakan mahasiswa yang sangat baik, selalu duduk di barisan depan kelas saya, memperhatikan, dan sering mengirim email kepada saya dengan pertanyaan tentang tugas kuliah,” kata Tang, dikutip Senin (27/4/2026).

“Berbicara lembut, sangat sopan, orang yang baik. Saya sangat terkejut mendengar berita ini,” ujarnya, tak percaya.

California State University mengonfirmasi Allen pernah menjadi mahasiswanya. Dia lulus pada 2025. Sementara itu hasil penelusuran BBC, berdasarkan data dari otoritas pemilu, Allen tidak menyebut sebagai pendukung partai mana pun, meski tampaknya mendukung Kamala Harris dalam Pilpres AS 2024.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Federal, pada Oktober 2024 Allen menyumbang 25 dolar AS melalui platform penggalangan dana ActBlue untuk kampanye Harris.

Sementara itu di LinkedIn, Allen menggambarkan diri sebagai insinyur mesin, game developer, dan guru. Dia belajar teknik mesin di California Institute of Technology (Caltech), kampus yang sangat kompetitif. Di sana dia aktif dalam kegiatan Kristen.

Allen kemudian lulus dengan gelar master ilmu komputer pada 2025 dari California State University-Dominguez Hills. Dia menandai pencapaiannya itu dengan membagikan foto mengenakan jubah wisuda di LinkedIn.

Selain itu dia juga menjadi developer dan merilis game bernama “Bohrdom” ke platform game Steam. Pada Desember 2024, dia dinobatkan sebagai guru terbaik bulanan oleh C2 Education, lembaga menawarkan bimbingan belajar dan persiapan ujian masuk perguruan tinggi kepada siswa. Dia juga menjadi guru paruh waktu di lembaga tersebut sejak 2020. gel,ine, ins