
GRESIK (wartadigital.id) – Dosen Universitas Sunan Gresik melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum, Kabupaten Gresik sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini mengusung program “PESAT” (Pesantren Sehat dan Tangguh) dengan fokus pada penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi promotif dan preventif di lingkungan pesantren yang memiliki karakteristik komunal dengan interaksi tinggi. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, tim dosen memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sekaligus membangun kesadaran santri akan risiko penyakit berbasis lingkungan, khususnya DBD. Program itu juga sevisi dengan perwujudkan program berkelanjutan SDGs, khususnya poin 3 (Good Health and Well-being), poin 4 (Quality Education), dan poin 5 (Clean Water and Sanitation).

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Afina Puspita Zari SKM., MKes. bersama anggota tim Muh. Arfah SKM, MKes dan Muamar Afdhal Mahendra SKM, MEpid. Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga melibatkan santri dalam praktik langsung dengan pelatihan pembuatan Ovitrap (perangkap telur nyamuk) yang memiliki manfaat utama dalam mengendalikan populasi nyamuk, khususnya Aedes Aegypti yang membawa penyakit demam berdarah.

Menurut Afina Puspita Zari, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat di kalangan generasi muda. “Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi mampu diimplementasikan secara konsisten oleh para santri. Dengan demikian, santri dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan pesantren maupun masyarakat luas,” katanya, Jumat (8/5/2026).

Antusiasme santri terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi, tanya jawab, hingga praktik pelatihan ovitrap. Pihak pesantren juga menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Melalui program PESAT, diharapkan tercipta lingkungan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit menular. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. nti





