Piala Walikota Surabaya Perkuat Regenerasi Atlet Woodball untuk Porprov Jatim 2027

Kejuaraan woodball Piala Walikota Surabaya 2026 di Lapangan Hoki Unesa, Sabtu (23/5/2026)

SURABAYA (wartadigital.id) – Kejuaraan woodball Piala Walikota Surabaya 2026 kembali digelar sebagai ajang pembinaan sekaligus pencarian atlet potensial menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Kota Ikatan Woodball Indonesia (IWbA) Surabaya itu berlangsung di Lapangan Hoki Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (23/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Pengkot IWbA Surabaya, Agung Dedi Purnomo, mengatakan turnamen tersebut menjadi agenda penting dalam proses regenerasi atlet woodball Kota Surabaya agar mampu terus bersaing di level regional maupun nasional.

“Piala Walikota Surabaya untuk cabang olahraga woodball ini sudah ketiga kalinya kami gelar. Tujuannya menjaring bibit atlet Surabaya yang dipersiapkan menghadapi even tingkat Jawa Timur maupun nasional, sekaligus memberikan jam terbang kepada atlet,” ujar Agung dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, IWbA Surabaya saat ini telah menyiapkan sekitar 25 atlet untuk menghadapi Porprov 2027. Dari jumlah tersebut, 12 atlet sudah masuk daftar pendek atau short list tim inti.

Menurut Agung, kekuatan atlet woodball Surabaya masih cukup merata di berbagai kelompok usia, mulai senior hingga kelompok umur 15 tahun. Kondisi itu membuat pihaknya optimistis mampu bersaing dalam Porprov mendatang.

“Target kami di Porprov 2027 bisa tampil maksimal dan meraih juara umum dengan tujuh medali emas,” katanya.

Pada Piala Walikota tahun ini, panitia mempertandingkan 12 nomor lomba dari kategori SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Sebanyak 110 atlet ambil bagian dalam kejuaraan itu.

Agung menambahkan, prestasi woodball Surabaya dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan. Pada Kejuaraan Provinsi di Tulungagung, Surabaya berhasil menjadi juara umum dengan raihan sembilan medali emas, lima perak, dan lima perunggu.

Sementara pada ajang Piala Gubernur Jawa Timur di Sidoarjo, atlet Surabaya juga sukses membawa pulang lima medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

“Kami berharap persaingan di Piala Walikota ini semakin ketat sehingga lahir sistem promosi dan degradasi atlet yang sehat untuk memunculkan bibit-bibit terbaik,” ujarnya.

Wakil Ketua KONI Surabaya, Hamdani, menilai Piala Walikota menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan prestasi olahraga di Kota Pahlawan, khususnya sebagai persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur.

“Piala Walikota ini menjadi wadah proses pembinaan prestasi seluruh cabang olahraga di KONI Surabaya sekaligus untuk penjaringan generasi atlet menuju Porprov,” kata Hamdani.

Ia menyebut Surabaya sebagai tuan rumah Porprov membutuhkan lebih banyak kompetisi untuk mengukur kemampuan atlet sebelum turun di ajang utama.

Setelah ajang Piala Walikota, KONI Surabaya juga akan menggelar sejumlah agenda lanjutan seperti Road to Porprov dan Piala KONI sebagai bagian pemantauan perkembangan performa atlet menuju Porprov 2027. sba

Pos terkait