
JAKARTA (wartadigital.id) – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama satu setengah tahun terakhir.
Pergantian pimpinan BGN dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah persoalan yang dinilai memerlukan pembenahan serius.
Beberapa masalah yang menjadi perhatian pemerintah meliputi kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), tata kelola kelembagaan, hingga pengawasan kualitas makanan yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai pengganti, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Ia akan didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono yang ditetapkan sebagai Wakil Kepala BGN.
Langkah Presiden Prabowo tersebut mendapat perhatian dari mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Melalui akun media sosialnya, Mahfud menilai Presiden mulai menunjukkan respons positif terhadap berbagai masukan dan kritik yang berkembang di masyarakat. “Dalam dua hari terakhir ini terlihat Presiden Prabowo mulai merespons positif suara masyarakat,” katanya dikutip Rabu (3/6/2026).
Mahfud mencontohkan, pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Presiden Prabowo memilih menyampaikan pidato dengan membaca teks yang telah disiapkan. Menurutnya, cara tersebut membuat Presiden lebih fokus dalam menyampaikan pesan-pesan penting kepada publik. “Kedua, pada 2 Juni 2026 beliau mencopot Kepala BGN yang memang bnyak disorot,” tulis Mahfud.
Menurut Mahfud, dua langkah yang dilakukan Presiden dalam beberapa hari terakhir tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap berbagai aspirasi publik yang berkembang, termasuk terkait pelaksanaan program-program pemerintah yang menjadi sorotan masyarakat. rmo




