
SURABAYA (wartadigital.id) – Perum Bulog Kanwil Jawa Timur menyalurkan bantuan modal usaha pembukaan outlet Rumah Pangan Kita (RPK) bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) organisasi keagamaan di Kota Surabaya.
Bantuan itu diserahkan dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Kantor Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Surabaya, Selasa (30/6/2026).
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, mengatakan Program Rumah Pangan Kita (RPK) tidak hanya menjadi sarana distribusi bahan pangan, tetapi juga merupakan instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program itu dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha bagi organisasi keagamaan dan masyarakat.
Menurutnya, melalui program tersebut diharapkan terbentuk ekosistem ekonomi yang semakin kuat sehingga mampu mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan, menjaga daya beli masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di daerah.
“Kehadiran RPK memiliki peran penting sebagai jaringan distribusi dalam memperkuat program utama Bulog, yaitu menjaga ketahanan pangan dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Rahmanto menjelaskan, pada kesempatan tersebut Bulog menyerahkan bantuan kepada 30 Rumah Pangan Kita (RPK) di Kota Surabaya. Bantuan itu merupakan bagian dari total 4.600 RPK yang tersebar di seluruh Jawa Timur.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kapasitas usaha para mitra RPK sekaligus memperkuat distribusi pangan yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmanto menegaskan keberhasilan Program RPK membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak. Selain pembinaan kelembagaan, Perum Bulog bersama pemerintah juga terus mendorong organisasi keagamaan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan mengelola RPK secara profesional.
“Kami ingin organisasi keagamaan tidak hanya menjadi pusat pembinaan umat, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri melalui pengelolaan RPK, aktif mendistribusikan kebutuhan pangan pokok, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, yang membacakan sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas inisiatif penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus berusaha, menciptakan peluang usaha, serta membangun sinergi yang semakin kuat dengan pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yang mandiri.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan. Ini merupakan wujud nyata kemitraan antara BUMN dengan masyarakat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Program TJSL kini telah menjadi instrumen strategis yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Endy membacakan sambutan Wakil Gubernur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berharap sinergi antara Perum Bulog, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat mampu melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh melalui pengelolaan Rumah Pangan Kita. Para penerima manfaat diminta memanfaatkan bantuan secara optimal, bertanggung jawab, dan menjadikannya sebagai modal untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan keluarga.
Selain itu, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawalan dan evaluasi agar Program TJSL Perum Bulog terintegrasi dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Salah seorang penerima bantuan, Purwati, pemilik RPK dari Fatayat NU Rungkut Tengah, Surabaya, mengaku bersyukur atas bantuan modal usaha yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkembang.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga. Kami merasa semakin bersemangat untuk terus berusaha, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Purwati berharap Program Rumah Pangan Kita terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh kesempatan untuk berkembang, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. ekn, jti





