
TEHERAN (wartadigital.id) – Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Kamis (9/7/2026) pagi waktu setempat menghancurkan jembatan kereta api strategis. Jembatan itu terletak di Iran utara, menghubungkan dengan China dan Rusia.
Kantor berita Fars melaporkan, serangan rudal jelajah tersebut menargetkan Jembatan Ogtay Khan di Provinsi Golestan pada Kamis pagi.
Menurut Fars, jembatan itu merupakan titik strategis di koridor kereta yang menghubungkan China, Turkmenistan, dan Iran. Otoritas Iran telah menangguhkan perjalanan kereta yang melayani rute tersebut, yakni menghubungkan Teheran dengan Mashhad.
Perusahaan kereta api pemerintah menyatakan, para petugas dikirim ke lokasi untuk memperbaiki jembatan. Sementara penumpang yang telantar diangkut melalui jalan darat menuju Mashhad. Seperti diketahui jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan di Mashhad hari ini.
Komando Pusat AS (Centcom) sebelumnya menyatakan, militernya melancarkan serangan kedua terhadap Iran, bertujuan melemahkan kemampuan Teheran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
AS Bombardir 5 Provinsi Iran
Serangan Amerika Serikat (AS) di lima provinsi Iran selama 2 hari terakhir menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya. AS menyerang Iran pada Selasa dan Rabu malam sebagai respons atas penembakan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas Selat Hormuz. “Amerika Serikat menargetkan lima provinsi Iran dengan serangan pada 8 dan 9 Juli,” kata Hossein Kermanpour selaku Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran dalam posting-an di media sosial X, Kamis (9/7/2026).
Sebanyak 47 korban luka masih dirawat di rumah sakit, sementara korban lainnya dipulangkan setelah mendapat perawatan medis. Valiollah Hayati, wakil Gubernur Provinsi Khuzestan untuk urusan keamanan, mengatakan tiga korban tewas akibat serangan AS di dekat Kota Ahvaz, wilayah kekuasaannya
Konflik terbaru AS dan Iran pecah pada Selasa (7/7/2026). AS menyerang setelah menuduh Iran menembak tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Serangan AS menargetkan sasaran militer Iran di pesisir pantai selatan Iran.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, operasi militer selama 2 hari menargetkan lebih dari 170 lokasi, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, infrastruktur rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta fasilitas lain milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Centcom berdalin serangan tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dianggap mengganggu pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Iran membalas dua serangan AS tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke berbagai fasilitas militer di Bahrain dan Kuwait. AS dan Iran meneken Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad pada 17 Juni menandai berakhirnya perang yang pecah sejak 28 Februari. Namun, pada Rabu (8/7/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan MoU tersebut telah berakhir, mengakhiri gencatan senjata selama 60 hari. ine





