Subsidi BBM-LPG 2027 Naik Jadi Rp 272,94 Triliun

Anggaran subsidi energi termasuk LPG masih berpotensi mengalami penyesuaian dan baru akan difinalisasi pada Oktober 2026.

JAKARTA (wartadigital.id) — Anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 masih berpotensi berubah karena pemerintah bersama DPR belum merampungkan pembahasan alokasi subsidi energi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengatakan, pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) 2027, termasuk subsidi energi, masih akan dilakukan bersama DPR pada akhir Agustus 2026 mendatang.

Bacaan Lainnya

Dia mengindikasikan anggaran subsidi energi masih berpotensi mengalami penyesuaian dan baru akan difinalisasi pada Oktober 2026. “Sebetulnya kami masih mau ada pembahasan dengan DPR juga, kalau enggak salah dijadwalkan masih tanggal 31 Agustus ini untuk raker [rapat kerja] dan RDP [rapat dengar pendapat] untuk membahas RKAKL Tahun 2027, termasuk isu yang terkait dengan subsidi energi itu,” kata Erani di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pembahasan tersebut menjadi tahap penting sebelum besaran subsidi energi dalam RAPBN 2027 ditetapkan. Pemerintah menyebut, terdapat sejumlah variabel yang dapat memengaruhi besaran subsidi hingga keputusan akhir ditetapkan.

Dia menuturkan, anggaran subsidi energi akan dipengaruhi oleh harga minyak internasional, asumsi Indonesia Crude Price (ICP), dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Selain itu, ada beberapa variabel lain yang itu bisa memengaruhi besar kecilnya atau bertambah berkurangnya subsidi,” ujar Erani.

Sebelumnya, anggaran subsidi energi dipatok Rp 272,94 triliun pada RAPBN 2027. Angka itu naik dibanding outlook 2026 yang sebesar Rp 227,25 triliun.  “Pada RAPBN tahun anggaran 2027, subsidi energi direncanakan sebesar Rp 272,94 triliun atau meningkat sebesar 20,1% apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp 227,25 triliun,” demikian tertulis dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Lebih terperinci, subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 272,94 triliun itu terdiri atas subsidi jenis BBM tertentu sebesar Rp 28,7 triliun. Angka ini naik dibanding outlook 2026 yang sebesar Rp 26,4 triliun.  Lalu, subsidi LPG 3 kg pada RAPBN 2027 dipatok Rp 114,1 triliun. Angka tersebut naik dibanding outlook 2026, yakni Rp 90,4 triliun.  Selanjutnya, subsidi listrik dalam RAPBN 2027 dipatok Rp 130,1 triliun, naik dibanding outlook 2026 yang sebesar Rp 110,4 triliun. bis

 

 

Pos terkait