Gurita Bisnis Ahmad Ali, Ketua Harian PSI yang Uangnya Disita KPK terkait Kasus Batubara

Istimewa
Ahmad Dani bersama Kaesang Pangarep.

JAKARTA (wartadigital.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp 3,5 miliar milik Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali terkait pengusutan dugaan gratifikasi dan pencucian uang pada bisnis jalan angkut (hauling) batubara yang menyeret mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyitaan dilakukan karena penyidik meyakini dana tersebut berkaitan dengan praktik pungutan fasilitas hauling batu bara di Kukar. “Atas uang-uang yang sudah dilakukan penyitaan oleh penyidik, artinya ada keyakinan bahwa uang-uang itu memang diduga terkait ataupun bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyidikan di wilayah Kukar,” tegas Budi Prasetyo, Kamis (10/9/2026).

Bacaan Lainnya

Bagaimana rekam jejak Ahmad Ali di dunia bisnis pertambangan hingga ranah politik nasional?

Profil dan Biodata Singkat

Nama Lengkap: Ahmad Ali SE

Tempat/Tanggal Lahir: Desa Wosu, Morowali, Sulawesi Tengah, 16 Mei 1969

Pendidikan: Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu (1993)

Pekerjaan: Pengusaha dan Politisi

Jabatan Saat Ini: Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Istri: Nilam Sari Lawira SP, MSi

Anak: Moh Anugrah Pratama & Muhammad Fakhri Fadhlurrahman

Rekam Jejak di Bisnis Tambang

Sebelum masuk ke panggung politik nasional, Ahmad Ali dikenal sebagai pebisnis ulung di Sulawesi Tengah. Sejak 2005, ia telah memimpin sejumlah korporasi besar, di antaranya PT Graha Mining Utama, PT Graha Agro Utama, PT Graha Istika Utama, dan PT Tadulako Dirgantara Travel.

Di sektor pertambangan, Ahmad Ali memiliki gurita bisnis tambang nikel di tanah kelahirannya, Morowali.  Melalui PT Graha Mining Utama yang dikelola bersama anak-anaknya, ia mengantongi izin konsesi lahan tambang yang mencakup area seluas lebih dari 1.700 hektare.  Tak hanya itu, ia juga aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah.

Perjalanan Karier Politik

Kiprah politik pria yang aktif di HMI dan Pemuda Pancasila semasa mudanya ini cukup melesat. Memulai langkah politiknya bersama Partai Patriot dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2009–2014.

Pada 2013, Ahmad Ali bergabung dengan Partai NasDem dan langsung dipercaya menjabat Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah (2013–2018). Ahmad Ali sukses menembus DPR RI selama dua periode berturut-turut (2014–2019 dan 2019–2024) dari Dapil Sulawesi Tengah.

Di Senayan, ia sempat menduduki posisi strategis sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem serta Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai NasDem. Pada pertengahan 2025, Ahmad Ali memutuskan berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan langsung memegang posisi kunci sebagai Ketua Harian DPP PSI mendampingi Ketua Umum Kaesang Pangarep.

Terseret Pengusutan Aliran Dana Kasus Kukar

Penyitaan uang Rp 3,5 miliar oleh KPK menjadi babak baru dalam rekam jejak sang politisi. Penyidik KPK memfokuskan pelacakan aliran uang guna mengurai modus dugaan pungutan berkedok pemanfaatan fasilitas jalan angkut (hauling) batu bara di wilayah Kukar dari lokasi tambang menuju dermaga.

KPK menegaskan penelusuran uang ini dilakukan secara sistematis (follow the money) untuk memaksimalkan pengembalian aset (asset recovery) bagi negara, termasuk dengan menargetkan penetapan tersangka pada pihak korporasi. gel, ins

Pos terkait