
SURABAYA (wartadigital.id) – Center for Advanced Photonics, Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR melaksanakan lanjutan kerjasama penelitian Equity dengan Photonics Engineering Laboratory UM (Universiti Malaya) dengan PIC Prof Dr Sulaiman Wadi Harun yang dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026). Adapun pengambilan data optimasi dan pembahasan hasil penelitian Development of Supercontinuum Light Source for Scientific and Industrial Applications berlangsung di Photonics engineering Laboratory UM Malaysia.

Tim Prodi S1 Fisika FST yang hadir sejumlah 6 delegasi, yaitu Ketua RG Center for Advanced Photonics Prof Ir Retna Apsari MSi, IPM, ASEAN Eng dan Andi Hamim Zaidan SSi, MSi, Ph.D dan 1 asisten riset dalam bidang Surface Plasmone Resonance dan Laser Super Continum, yaitu Imasda Rahmatulloh SSi, MSi, serta 3 mahasiswa yaitu Nidya Patrica Setyaputri, M. Bintang Nugroho, dan Nabilah Mufidah. Keenamnya bahu membahu untuk menghasilkan data tambahan dalam waktu yang singkat, di sela diskusi interaktif hasil penelitian Equity yang dilaksanakan di laboratorium.
Hasil penelitian di UM menunjukkan bahwa penggunaan cavity seed untuk menghasilkan sumber cahaya supercontinuum dipengaruhi oleh faktor dispersi. Dalam penelitian ini, faktor tersebut berkaitan dengan panjang Erbium-Doped Fiber dan coupler pada sistem. “Temuan tersebut menjadi salah satu aspek penting yang dibahas dan dikembangkan lebih lanjut melalui kegiatan penelitian bersama di laboratorium,” kata Prof Retna dalam keterangan tertulis dari Kuala Lumpur yang dikutip redaksi, Minggu (4/10/2026).

Pada kunjungan di UM tersebut, delegasi Prodi S1 Fisika memperoleh sambutan langsung dari Prof Dr Sulaiman Wadi Harun yang didampingi 1 mahasiswa Doktoral yakni Nurul Izzah SW, SSi, MT. dan 1 Airlangga Postdoctoral Fellow, Ts. Dr Aeriyn D. Ahmad, PhD. Diskusi menarik juga membahas kerjasama dan penelitian lanjutan untuk riset hilirisasi berbasis sensor dan devais optika, diantaranya adalah technology dan optical engineering, Surface Plasmon Resonance (SPR), dan Sensor fiber optic.
Menurut Prof Retna Apsari pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari implementasi realisasi Sustainable International Collaboration SDG’s poin 3 (Good Health and Well-being), 9 (Industry, Innovation and Infractructure) serta 17 (Partnership for the Goals) dalam bidang optika dan fotonika serta international mobility. “Diharapkan, kerjasama yang terjalin terus dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sensor SPR dan semua teknologi pendukungnya, serta memperkuat posisi RG fotonika di skala global yang luas dan terintegrasi dengan industry,” katanya. nti





