2028, Bank Indonesia Optimistis Pasar Keuangan Syariah Nasional Tembus 15%

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yono Haryono menyampaikan pemaparan dalam acara Capacity Building Media Gathering di Solo, Senin ( 5/10/2026) malam.

SOLO (wartadigital.id) – Bank Indonesia optimis pangsa pasar keuangan nasional syariah tembus 12 hingga 15 persen pada 2028 mendatang.

Hal itu disampaikan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yono Haryono dalam acara capacity building media gathering bertajuk Strategic Visioning: Inisiatif Strategis Kebijakan Eksyar di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparan mengenai Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) Yono mengatakan, posisi industri syariah pada 2024 menunjukkan tren positif, namun masih perlu dipercepat.

Menurutnya, saat ini, pangsa pasar Halal Value Chain (HVC) nasional sekitar 25 persen didominasi sektor pertanian dan makanan minuman. Sedangkan pangsa pasar keuangan syariah sebesar 11 persen.

“Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah per Maret 2024 tumbuh 12 hingga 14 persen. Pembiayaan Peer-to-peer Syariah telah menyentuh Rp 3,22 triliun dengan tingkat literasi eksyar 23,3 persen,” ujar Yono.

Yono menjelaskan, sejumlah tantangan seperti fragmentasi struktur perbankan syariah, keterbatasan inovasi produk, belum optimalnya pembiayaan sektor unggulan, dan infrastruktur Jaminan Produk Halal yang belum memadai.

Menurutnya, untuk mengatasi hal itu, Bank Indonesia menyiapkan tiga strategi inisiatif. Yakni, penguatan ekosistem NKT yang terintegrasi untuk mendukung stabilitas harga.

“Kemudian, penyusunan kebijakan makroprudensial syariah dan implementasi UU P2SK (Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) untuk meningkatkan pembiayaan, serta pembangunan ekosistem keuangan sosial syariah untuk mendorong inklusi,” jelasnya.

Melalui inisiatif tersebut, Bank Indonesia menargetkan pada tahun 2028 pangsa pasar HVC meningkat menjadi 25-28 persen, ekspor produk halal di atas 3,5 persen, sertifikasi halal lebih dari 7 juta produk, literasi eksyar di atas 50 persen, dan inklusi keuangan syariah 15-18 persen. nti

Pos terkait