
Presiden Partai Buruh Said Iqbal membungkuk untuk mencium tangan Ganjar Pranowo.
JAKARTA (wartadigital.id) – Aktivis Nicho Silalahi nampak geram dengan sikap Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang mencium tangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Nicho Silalahi menyebut sikap Said Iqbal begitu miris, semakin membuat buruh terpuruk. Ia juga menilai bahwa hal itu jadi sejarah terkelam. “Semakin terpuruklah buruh, miris dengan kelakuan Presiden Partai Buruh yang cium tangan petugas partai plus bapak upah murah. Ini sejarah terkelam buruh yang cium tangan penguasa (gubernur),” ungkap Nicho Silalahi dikutip dari akun Twitter pribadi miliknya, Rabu (3/5/2023).
Lebih lanjut, Nicho Silalahi pun menyinggung banyak buruh yang terpenjara hingga kehilangan nyawa melawan penguasa. “Sementara di luar banyak buruh yang terpenjara dan kehilangan nyawa melawan penguasa,” tandasnya.
Sebelumnya di dunia maya, beredar video Presiden Partai Buruh Said Iqbal membungkuk untuk mencium tangan Ganjar Pranowo. Dalam video tersebut, Ganjar mengenakan kemeja berwarna putih sementara Iqbal tampak mengenakan kaos berwarna navy.
Video dan foto itu diambil saat Ganjar menemui Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani dan Said Iqbal dalam acara peringatan Hari Buruh 1 Mei 2023. Itu karena, pakaian yang mereka kenakan sama dengan pakaian yang dikenakan dalam unggahan Ganjar di media sosial.
Namun, dalam unggahan Ganjar, foto Said Iqbal membungkuk dan mencium tangan Ganjar tidak diperlihatkan. Yang diperlihatkan hanya foto Ganjar, Said Iqbal, dan beberapa rekan lain tampak sedang berdiskusi.
Adab dan Akhlak
Sementara itu Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal buka suara mengenai dirinya mencium tangan hingga membungkuk kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Said Iqbal mengaku hal tersebut sebagian dari adab dan akhlak. “Tentang adab dan akhlak. Itu ajaran umi dan waled saya,” katanya, Rabu (3/5/2023).
Ia mengatakan datang ke pertemuan tersebut sebagai manusia biasa, tanpa atribut apapun.“Ada yang salah? Silahkan dilihat, saya datang sebagai manusia biasa dengan baju kaus tanpa atribut apa pun,” ujarnya.
“Kalau saya sebagai manusia yang dhaif mencium tangan seseorang, ada yang salah? Saya datang menyampaikan bahwa buruh menolak omnibus law UU Cipta Kerja, ada yang salah?,” sambungnya. pop