
Warga Gaza antre makanan di tengah blokade bantuan pangan dari warga internasional oleh milter Israel.
RIYADH (wartadigital.id) – Arab Saudi menyambut baik pernyataan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahwa Inggris bermaksud mengakui Negara Palestina dan mendukung solusi dua negara. Itu sebagai kemenangan diplomasi Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan Kerajaan Saudi menegaskan kembali seruannya kepada komunitas internasional dan negara-negara yang cinta damai untuk mengambil langkah-langkah serius menuju implementasi resolusi internasional yang menegaskan hak sah rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Menurut Reuters dikutip Rabu (30/7/2025), Starmer sebelumnya mengumumkan bahwa Inggris akan mengambil langkah tersebut kecuali Israel mengambil langkah-langkah substantif untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza, menegaskan tidak akan ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen pada proses perdamaian jangka panjang yang menghasilkan solusi dua negara – sebuah negara Palestina yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel.
Ia juga menyatakan bahwa waktu yang tepat untuk mengakui Palestina adalah sekarang, karena hal itu akan memberikan dampak terbesar. Perkembangan ini terjadi setelah pembukaan “Konferensi Internasional tentang Resolusi Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara,” yang dimulai pada Senin di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, di bawah kepemimpinan bersama Arab Saudi dan Prancis.
Sementara itu, Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa bertemu pada Selasa dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy untuk membahas langkah-langkah praktis menuju mengakui Negara Palestina dan menyampaikan apresiasinya atas posisi Inggris dalam hal ini.
Pertemuan tersebut berlangsung di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York di sela-sela Konferensi Internasional Tingkat Tinggi PBB untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara. Konferensi tersebut dimulai pada Senin dan dijadwalkan berakhir pada Rabu, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Palestina yang disampaikan kepada Anadolu Agency.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa Mustafa dan Lammy membahas pengambilan langkah-langkah praktis dan berjangka waktu untuk mengakui Negara Palestina dan mewujudkannya di lapangan, serta mengoordinasikan upaya bersama untuk mendapatkan pengakuan internasional yang lebih luas atas Palestina. Mereka juga membahas beberapa topik yang menjadi perhatian bersama.
Sebelumnya pada Selasa, Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan mengumumkan pengesahan dokumen final pada konferensi solusi dua negara, yang menggambarkannya sebagai kerangka kerja yang komprehensif dan dapat diimplementasikan. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai dokumen tersebut. sin





