Arumi Bachsin Ajak Emak-emak di Sampang Ikut Sukseskan BIAN

Ketua Tim Penggerak PKK Prov Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak melakukan monitoring Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang bertempat di Kab Sampang, Jumat (9/9/2022).

 

SAMPANG (wartadigital.id) – Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak melakukan monitoring Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang bertempat di Pendopo Trunojoyo Kab Sampang, Jumat (9/9/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Arumi sapaan lekatnya memaparkan bahwa selama 2 tahun pandemi melanda membuat adanya hambatan pada proses imunisasi anak. Oleh karenanya, dalam data Dinas Kesehatan Prov Jatim mencatat bahwa terjadi gap sebesar 8% pada capaian imunisasi.

Di tahun 2019, capaian imuniasi dasar dan lanjutan mencapai 93,7%. Namun saat puncak pandemi tahun 2020 dan 2021 capaiannya hanya mencapai 84,2%. Dari persentase tersebut, setidaknya terdapat 1,7 juta bayi di Jatim yang tidak mendapat imunisasi lengkap selama periode 2019–2021.

Lebih lanjut disampaikannya, gap tersebut kemudian juga berdampak pada peningkatan angka penyakit menular. Salah satunya penyakit difteri dan rubella yang sudah menyebar di beberapa wilayah di Jatim.

“Nah kalau imunisasi rendah, penyakit menular meningkat lalu ada temuan Kejadian Luar Biasa (KLB) di sinilah kualitas tingkat kesehatan masyarakat akan menurun,” ujar Arumi.

Di Kab Sampang, menurut Arumi memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan imuninasi. Hal tersebut ditengarahi karena lebih dari 100 desa di Sampang masih dipimpin oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa.

“Inilah yang harus disupport dari segala lini. Agar para PJ Kepala Desa ini lebih tajam lagi menggiring ibu-ibu untuk mengikuti posyandu dan memastikan imunisasi anaknya lengkap,” kata Arumi.

Selain itu, banyaknya resistensi dan penolakan dari masyarakat akan imunisasi anak juga menjadi penghambat. Banyak masyarakat yang masih terpengaruh berita hoaks yang mengatakan bahwa imunisasi adalah bagian dari vaksinasi Covid-19.

“Ibu-ibu jangan khawatir. Ini adalah imunisasi untuk anak-anak. Gunanya apa? Untuk mencegah penyakit menular dan memastikan anak sehat,” tuturnya

Di hadapan Ketua TP PKK se-kecamatan dan se-kelurahan di Kab Sampang, Arumi memberikan apresiasi terbaiknya atas usaha dan komitmen bersama seluruh elemen strategis di bidangnya masing-masing untuk menyukseskan BIAN.

Di akhir, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Prov Jatim ini juga berpesan kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi di bawah lima tahun (balita) untuk imunisasi tidak hanya pada peringatan BIAN saja. “Tidak harus di bulan Agustus saja Bu, di bulan lainnya bisa. Yang penting pastikan imunisasi dasar dan lanjutan anaknya lengkap ya,” imbaunya.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan imunisasi pada balita yang terbagi dalam 3 kecamatan di Kab. Sampang. Ketiganya adalah Kecamatan Sampang, Kecamatan Torjun dan Kecamatan Pangarengan. Total lebih dari 50 ibu membawa balita hadir untuk mengikuti kegiatan imunisasi ini. Beberapa puskesmas pun hadir menyiapkan proses imunisasi kali ini. Untuk diketahui, imunisasi yang tersedia kali ini adalah imunisasi campak atau Measles Rubella (MR).

Sementara itu, Ketua TP PKK Kab Sampang Mimin Slamet Junaidi mengatakan bahwa pada pelaksaan BIAN yang doperpanjang hingga 13 September ini, harus didukung oleh seluruh elemen strategis.

“Di sini kami bekerjasama dengan Ibu Persit, Ibu Dharma Wanita, Ibu Bhayangkari, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah serta ormas lainnya untuk menyasar imunisasi di lini terbawah,” katanya.

Dia mengatakan Kab  Sampang akan berkomitmen untuk meningkatkan capaian imunisasi di wilayahnya. Untuk diketahui, target proyeksi sasaran imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 di Kabupaten Sampang mencapai 66.178 anak usia 9-59 bulan. pri