wartadigital.id
Headline Manca

Bandara Kabul Masih Belum Pasti Kapan Akan Dibuka

AP
Pesawat diparkir di landasan Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS di Kabul Afghanistan.

 

DOHA  (wartadigital.id) – Sejumlah diplomat Qatar mengatakan para ahli dari negara itu tengah menyiapkan untuk membuka kembali bandara Kabul  Afghanistan . Namun mereka belum mengetahui kapan penerbangan dari bandara itu akan dilanjutkan.

Bandara Kabul ditutup sejak keberangkatan terakhir pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara itu beberapa hari lalu. Hingga saat ini masih banyak warga asing dan Afghanistan yang putus asa untuk meninggalkan negara itu tertahan di tengah kekhawatiran tentang aturan yang akan diterapkan oleh Taliban sebagai penguasa.

Sebuah tim teknis dari Qatar dan Turki telah terbang ke Kabul pada Rabu untuk membantu memulai kembali operasi di fasilitas itu, yang menurut PBB sangat penting untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara itu. Namun Menteri Luar Negeri Qatar Mohammad bin Abdulrahman Al Thani memperingatkan bahwa masih “tidak ada indikasi yang jelas” kapan bandara Kabul akan dibuka kembali. “Kami tetap berharap kami akan dapat mengoperasikannya sesegera mungkin,” kata Al Thani kepada wartawan di Doha seperti dikutip dari AP, Jumat (3/9/2021).

Dijelaskan Al Thani pihaknya masih dalam proses evaluasi. “Kami bekerja sangat keras dan terlibat dengan Taliban untuk mengidentifikasi apa celah dan risiko agar bandara dapat beroperasi kembali,” imbuhnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyarankan bahwa penerbangan militer – yang dapat digunakan untuk mengevakuasi lebih banyak orang – berpotensi dilanjutkan terlebih dahulu.

Seorang pejabat penerbangan sipil Afghanistan mengatakan kepada Al-Jazeera milik Qatar, yang dikutip AFP, bahwa Kabul akan memulai operasi bandara “segera”. “Penerbangan domestik akan dimulai besok (hari ini Jumat), sedangkan untuk internasional akan memakan waktu,” katanya.

Sebelumnya dilaporkan Qatar mengirimkan Boeing C-17 Globemaster yang membawa tim teknis, dengan tantangan menempatkan kru untuk membantu Taliban menjalankan fasilitas bandara.

Bandara Kabul memiliki landasan pacu tunggal, terletak hanya lima kilometer dari pusat kota Kabul. Kondisi ini memaksa pesawat untuk terbang dengan pola holding di atas kota jika mereka tidak dapat segera mendarat.

Bandara itu juga rentan terhadap serangan, seperti yang terjadi pada 26 Agustus, ketika sebuah bom bunuh diri yang diklaim oleh kelompok ekstremis Negara Islam – lawan rezim Taliban – menewaskan lebih dari 100 warga Afghanistan dan 13 tentara AS. riz, sin, ap

Related posts

Bikin Heboh Foto Telanjang di Atas Gajah Sumatera, Model Rusia Klarifikasi dan Minta Maaf

redaksiWD

Pusat UTBK Unair Tak Mewajibkan Peserta Membawa Persyaratan Rapid Apapun

redaksiWD

Wow, Tanggungan Bunga Utang RI 2022 Tembus Rp 405,9 Triliun

redaksiWD