Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga melalui Penyediaan Sentra Kuliner BUMDes

Peresmian Musala As-Salamah dan sentra kuliner dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Subandi.

 

SIDOARJO (wartadigital.id) – Selama dua tahun dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak pada ketahanan ekonomi masyarakat Desa Pagerwojo, Pemerintah Desa Pagerwojo pun berupaya untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga dengan menyediakan fasilitas sentra kuliner di area Musala As-Salamah. Letak sentra kuliner ini dinilai cukup strategis selain di area musala, juga bersebelahan dengan lapangan sepak bola Desa Pagerwojo yang selalu ramai dengan aktivitas olahraga apalagi seiring adanya ajang Piala Dunia.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Pagerwojo Ahmad Mulyanto mengatakan pembangunan Musala As-Salamah diinisiasi oleh perangkat dan warga desa. Agar kehadiran musala lebih bermanfaat dan berdampak pada ketahanan ekonomi masyarakat maka musala yang ada di samping lapangan sepak bola dibuatkan sentra kuliner.

“Selain yang memakai lapangan, banyak dari peziarah makam Mbah Ali Mas’ud yang parkir disini juga mencari musala terdekat, itu juga yang mendorong kami untuk membangun Musala As-Salamah ini,” terang Mulyanto, Selasa (6/12/2022).

Mulyanto juga mengatakan bahwa peresmian Musala As-Salamah dan sentra kuliner dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Subandi pada Minggu (4/12/2022) kemarin dengan prosesi penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati H Subandi dengan didampingi oleh perangkat desa serta panitia pembangunan musala.

Usai penandatanganan prasasti, Wabup  Subandi  menyempatkan diri mengikuti laga persahabatan oleh Tim PSP Pagerwojo melawan PSAP Pabean dengan skor akhir 1-0 untuk PSP Pagerwojo.

Sebelumnya, Wabup H. Subandi sangat mengapresiasi berdirinya musala tersebut. Apresiasi tersebut ditujukannya terhadap semangat bersama elemen masyarakat Desa Pagerwojo untuk membangun musala. Menurutnya semangat seperti itu luas biasa. Sinergi bersama dapat diwujudkan pemerntah Desa Pagerwojo dengan elemen masyarakatnya.

“Ini luar biasa, kenapa seperti itu? Karena kunci kesuksesan pemerintahan desa tidak bisa lepas dari peran perangkat, kepala desa, juga warga itu sendiri. Jika seluruh warga dan perangkat sudah bersinergi, maka akan mudah untuk mewujudkan segala sesuatunya,” ujar Abah Subandi. sis