wartadigital.id
Headline Madura

Bantu Ekonomi Keluarga, Ibu Rumah Tangga di Sampang Bikin Usaha Sampingan Beternak  Burung Puter Pelung

Titik Mustikaningtyas dengan koleksi burung Puter Pelung.

Berawal dari seringnya membantu suami yang juga hobi memelihara berbagai jenis burung berkicau, Titik Mustikaningtyas, ibu rumah tangga di Sampang ini tertarik untuk beternak burung Puter Pelung asal Yogyakarta. Hasilnya tak mengecewakan.

 

Saat berkunjung ke salah satu saudaranya yang ada di Yogyakarta, Titik kepincut mendengar suara merdu dari burung Puter Pelung yang  dimiliki saudaranya. Fisik burung beragam, juga banyak variasi jenis suaranya. Bahkan ada yang seperti bukan suara burung. Misalnya suara seperti anak kecil menangis, ketawa, bahkan ada yang menirukan suara lolongan serigala di malam bulan purnama.

Awal April 2019 saat pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, atas izin suami yang juga hobi memelihara burung ocehan, wanita kelahiran 18 Februari 1971 ini mulai beternak sepasang burung Puter Pelung asal Yogyakarta. Itupun setelah sebelumnya dia belajar,  menimba ilmu dari beberapa  peternak senior. Juga belajar dari suaminya yang sudah hobi pelihara burung berkicau sejak 2001.

“ Alhamdulillah sekarang sudah memiliki 10 indukan Puter Pelung dan beberapa anakan mandiri dan usia remaja,” jelasnya, Minggu (8/8/2021).

Dijelaskan Titik, saat pandemi Covid-19 dan PPKM ini memaksa semua orang untuk berpikir kreatif dan inovatif agar tetap mendapat pemasukan. Apalagi keluarganya bukan pegawai kantoran yang mendapat gaji bulanan.  “Apapun jika ditekuni, juga bisa membantu ekonomi keluarga,” kata ibu dua orang putera ini.

Titik yang jebolan sarjana ekonomi ini mengaku pernah menjadi guru honorer di salah satu SMK swasta di Kabupaten Sampang, namun karena jumlah muridnya sedikit dia memilih mundur. Juga pernah punya usaha membuat kue kering,namun kurang peminat di samping banyak pesaing.

Di rumahnya, di kawasan perumahan Permata Selong Kelurahan Banyuanyar Sampang, Titik memanfaatkan lahan yang sangat terbatas untuk menambah penghasilan keluarga dengan beternak burung Puter Pelung.

Kalau dia memilih beternak burung, karena kegiatan itu bisa dilakukan di rumah. Dia bisa tetap mengurus  anak dan suami. Apalagi keluarganya tidak suka ada pembantu di rumah. “Mau gak mau saya harus terjun sendiri mengurus rumah. Karena itu saya memilih merintis bisnis rumahan yang bisa saya kerjakan dari rumah. Sambil ngurus keluarga, saya juga bisa nyambi beternak burung,” katanya.

Di rumahnya, di kawasan perumahan Permata Selong Kelurahan Banyuanyar Sampang, Titik memanfaatkan lahan yang sangat terbatas untuk menambah penghasilan keluarga dengan beternak burung Puter Pelung.

Dia mengaku beternak burung menyenangkan, pasar juga terbuka luas. Dia mengakui di awal-awal beternak  kesulitan. Mulai dari membedakan jenis kelamin burung karena sama-sama memiliki suara merdu dan enak didengar, pemberian makan burung. Namun seiring waktu kesulitan itu pelan-pelan berhasil dilalui.

Soal pemberian pakan burung menurut Titik juga  mudah, cukup dikasih beras jagung dicampur konsentrat ayam 511 sudah cukup. Untuk menyiapkan calon indukan biasanya usia 5- 8 bulan, dan sepasang indukan bisa menghasilkan tetasan 1-2 anakan dengan masa eram 14-17 hari. “Cukup mudah dan gak rumit ternyata,” katanya lagi.

Soal pemasaran burung, Titik mengungkap cukup  lumayan. Saat ini makin banyak penghobi pelihara burung di tengah pandemi. Mungkin untuk obat pengusir jenuh dan bosan.  Sedangkan harga untuk sepasang burung mandiri bisa dijual Rp 300 ribu. “Kalau  yang sudah bunyi bisa Rp 300-400 ribu per ekor, untuk yang bersuara bagus ya tergantung nego. Bisa jutaan,” jelasnya.

Dikatakan Titik jenis burung Puter Pelung biasanya dilombakan, namun karena situasi Covid-19 dan PPKM berbagai lomba untuk sementara tidak ada. Karena itu fokusnya  saat ini dia merawat dan mengembangbiakkan burung dulu sambil menunggu situasi normal. Intinya merawat burung secara maksimal agar bisa bersuara bagus dan hasil penjualannya bisa meningkat.

“ Semoga burung Puter Pelung ini bisa lestari, pecintanya selalu ada dan bertambah banyak. Dan satu lagi Covid-19 cepat berlalu sehingga kehidupan kembali normal,” harapnya. jok

Related posts

Waketum Gerindra Kritisi Motif Kereta Cepat Pakai APBN, Demi Kuasai Tanah

redaksiWD

Epidemiolog Unair Atoillah Isfandiari Sebut Sequencing Kunci Lacak Strain B117

redaksiWD

Vaksinasi Gelaran PWI-Pemprov Jatim Diikuti 442 Wartawan

redaksiWD