Bebas Sebelum 2024, Habib Rizieq Diprediksi Lirik Anies di Pilpres

Habib Rizieq Shihab

 

JAKARTA (wartadigital.id)  -Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab diprediksi akan berlabuh ke salah satu calon presiden di 2024. Mengingat, Habib Rizieq masa hukumannya telah dikurangi dua tahun oleh Mahkamah Agung (MA). Jika dihitung Habib Rizieq akan bebas dari tahanan sebelum 2024.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berpendapat, dari sekian banyak tokoh yang masuk dalam bursa Capres 2024, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diprediksi akan dilirik oleh Habib Rizieq.

“Paling mungkin yang bisa mendapatkan simpati HRS sekaligus loyal terhadap kelompok-kelompok Islam HRS, saya kira Anies Baswedan,” kata Dedi Kurnia di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Namun demikian, dukungan HRS yang akan diikuti oleh para loyalisnya ke Anies bukan dalam konteks deklarasi dukungan politik. Lebih lanjut Dedi menganalisa, dukungan pada Anies Baswedan tidak akan dilakukan dengan deklarasi.

Ia melihat para pengikut Habib Rizieq akan mendukung Anies karena latar belakang karakter yang identik paling dekat. “Tapi ini juga belum pasti dalam konteks deklarasi, tetapi dalam konteks karakter yang paling dekat ya Anies Baswedan,” demikian Dedi Kurnia Syah.

Pengaruh pendakwah kondang Habib Rizieq Shihab (HRS) terhadap kontestasi politik di Pemilu 2024 mendatang masih cukup signifikan. Oleh karena itu, tidak heran jika HRS sewaktu-waktu bisa saja disingkirkan oleh lawan politiknya.

“Kelihatanya arahnya seperti itu, ada kesan untuk singkirkan HRS agar tak berpengaruh di 2024 nanti,” kata Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Jakarta, Jumat  (19/11/2021).

Namun begitu, Ujang Komarudin menilai wajar apabila ada upaya-upaya untuk menenggelamkan HRS pada Pemilu 2024 nanti. Sebab, HRS yang masa hukumannya dikurangi oleh Mahkamah Agung (MA) akan bebas sebelum 2024. “Dan dalam politik itu hal yang biasa. Saling menenggelamkan,” tuturnya.

Adapun, soal dukungan HRS akan kepada siapa berlabuh nanti, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini enggan berspekulasi, karena HRS masih mendekam di balik jeruji besi. Sehingga, gerak-gerik dan manuvernya belum bisa dibaca.

“Soal dukung mendukung. Mungkin HRS akan dukung capres yang sepaham dengan dirinya. Soal siapa capresnya, saya belum tahu,” demikian Ujang Komarudin. rmo