Bennett Gantikan Netanyahu, Palestina Tak Banyak Berharap

Aljazeera
Perdana Menteri (PM) baru Israel Naftali Bennett berjabat tangan dengan Benjamin Netanyahu.

RAMALLAH (wartadigital.id) – Kelompok-kelompok di Palestina tidak banyak berharap terjadi perubahan besar dalam pemerintahan baru Israel setelah tergulingnya Benjamin Netanyahu setelah 12 tahun berkuasa.

Mereka mengatakan Perdana Menteri (PM) baru Israel Naftali Bennett kemungkinan akan menerapkan agenda sayap kanan yang sama seperti pendahulunya, Benjamin Netanyahu.

Bacaan Lainnya

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pemungutan suara parlemen Israel pada Minggu sebagai “urusan internal Israel”.

Adapun kelompok-kelompok di daerah Jalur Gaza berjanji terus memperjuangkan hak-hak Palestina. Gaza telah berada di bawah blokade udara, darat dan laut Israel sejak 2007.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “tidak akurat” untuk menyebut pemerintah koalisi Bennett sebagai “pemerintah perubahan” kecuali ada perubahan signifikan dalam posisinya pada hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka yakni negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Bennett, yang memimpin partai ultra-nasionalis Yamina, menggambarkan dirinya sebagai “lebih sayap kanan” daripada Netanyahu. Bennett mengatakan pembentukan negara Palestina akan menjadi “bunuh diri” bagi Israel. Dia juga menyerukan pencaplokan sebagian besar Tepi Barat yang diduduki Israel.

Sebagai perdana menteri, jutawan mantan pengusaha teknologi tinggi itu memimpin koalisi dari sayap kanan, kiri dan tengah politik.

Analis mengatakan pemerintah Bennett kemungkinan akan menghindari langkah besar pada isu-isu panas seperti kebijakan terhadap Palestina dan sebaliknya fokus pada reformasi domestik.

Ribuan Warga Merayakan 

Sementara itu ribuan warga Israel turun ke jalan-jalan di Tel Aviv dan Yerusalem untuk merayakan lengsernya Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu setelah 12 tahun berkuasa. Netanyahu resmi digantikan oleh pemimpin baru, Naftali Bennett pada Minggu.

Balai kota Tel Aviv diterangi warna bendera nasional Israel untuk perayaan lengsernya Netanyahu. Di alun-alun di depannya, penduduk kota mengibarkan bendera dan bersulang dengan musik yang menggelegar sebagai latar belakang. Gelembung sabun juga terlihat beterbangan di udara.

Menurut perkiraan media lokal, ribuan orang telah berkumpul di Rabin Square di Tel Aviv. Jurnalis setempat, Noga Tarnopolsky, melaporkan kota Tel Aviv merayakan akhir era Netanyahu yang sudah berlangsung selama 12 tahun. Orang-orang bertepuk tangan, bersorak, dan mengibarkan bendera saat Parlemen atau Knesset dengan suara mayoritas merestui pemerintahan baru.

Media lokal, Kann News, melansir beberapa video dari alun-alun Tel Aviv saat pengumuman Bennett sebagai perdana menteri dan sorak-sorai dari kerumunan.

Di Yerusalem, orang-orang menabuh genderang dan sebagian mengenakan kemeja Ibrani. Dari ribuan orang yang merayakan lengsernya rezim Netanyahu ada mantan panglima militer Moshe Ya’alon. “Kita akan mengakhiri era gelap bagi Israel,” kata Ram Shamir, salah satu pengunjuk rasa anti Netanyahu. sin, ins