wartadigital.id
Headline Tapal Kuda

Bioskop di Jember Mulai Buka, Penonton Masih Sepi

Hari pertama pembukaan bioskop di Jember masih sepi pengujung.

 

JEMBER (wartadigital.id)  – Seiring penurunan status PPKM Kabupaten Jember di Level  1, sejumlah bioskop di Kota Tembakau hari  ini mulai buka dan operasional kembali. Dua film box office mulai tayang, dan jam operasional bioskop itu buka dari pukul 12.00 hingga 19.00.

Namun demikian, pantauan di salah satu bioskop di Jember, pengunjung masih tampak sepi. Hanya ada 3 orang pengunjung yang menonton film di bioskop.

“Alhamdulillah hari ini kami kembali buka. Dari evaluasi kami hari pertama ini, traffic kami belum normal. Buka sejak pukul 12 siang untuk show pertama. Masih 3 orang menonton. Nanti sampai pukul 7 malam (19.00 WIB),” kata Pelaksana Operasional Bioskop Kota Cinema Mall (KCM) Jember Purnomo, Kamis (16/9/2021).

Ia menduga sepinya pengunjung karena masyarakat belum mengetahui aturan saat akan menonton bioskop. “Untuk syaratnya itu sesuai aturan yang diterbitkan pemerintah. Yakni harus memiliki atau mengaktifkan aplikasi Pedulilindungi, kemudian harus sudah vaksin dua kali. Sehingga saat scan QR, kodenya hijau. Ini syarat mutlak agar bisa nonton,” ujarnya.

Terkait ketaatan terhadap aturan pemerintah tersebut, kata Purnomo, merupakan upaya pemilik usaha bioskop dan pelaku usaha bidang perfilman. Untuk juga ikut peduli dengan langkah pemerintah dalam memerangi penyebaran virus Covid-19.

“Karena upaya ini adalah mutlak sebagai salah satu syarat dapat diizinkan buka. Bukan karena kami sok ketat, tapi ini upaya bentuk kepedulian kami. Sesuai dengan nama aplikasi yakni harus peduli dan lindungi dengan penonton lainnya,” ungkapnya.

Purnomo menjelaskan sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan pemerintah, pihaknya juga tidak menjual makanan di dalam gedung. “Hanya bioskop mutlak untuk nonton, saat nonton juga tidak boleh pindah tempat. Jika ada yang pindah duduk film juga akan dihentikan,” sambungnya.

Untuk batasan usia bagi calon penonton, kata Purnomo, juga ikut diterapkan. “Hanya diizinkan bagi umur 12 – 70 tahun. Lain-lainnya tentu prokes seperti yang kita lakukan saat pertama (pandemi Covid-19) dulu itu,” ujarnya.

Purnomo menyampaikan dengan upaya menerapkan aturan ini, diharapkan masyarakat dapat saling menjaga satu sama lain dari penyebaran Covid-19  dan industri perfilman bangkit kembali. rin

Related posts

Pasca Sembuh dari Covid-19, Ashanty Gerak Cepat Urus Pernikahan Aurel –Atta

redaksiWD

Pemkab Sidoarjo Luncurkan Program Universal Health Coverage (UHC)

redaksiWD

Jadi Tulang Punggung Perekoniam di Masa Pandemi, Dekranasda Jatim Terus Fasilitasi Pelaku UMKM

redaksiWD