Bukan Pengkhianatan, Rumor Mundurnya Menteri karena Rasa Malu atas Kegagalan Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Maruf Amin berfoto bersama menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju bersama pendamping di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Hilangnya kepercayaan rakyat kepada Presiden Joko Widodo memungkinkan para menterinya disinyalir akan mundur karena malu atas kegagalan Jokowi.

Begitu analisa yang disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi. Menurut Muslim, jika ada rumor dan gelagat menteri-menteri akan mundur dari kabinet, dianggapnya bukan sebagai pengkhianatan. “Justru para menteri itu bisa jadi menganggap Presiden Jokowi sudak tidak dianggap oleh rakyat,” ujar Muslim, Jumat (9/7/2021).

Bacaan Lainnya

Selain itu kata Muslim, wibawa Presiden Jokowi juga runtuh karena gagal menangani pandemi Covid-19 dan gagal menangani persoalan keterpurukan ekonomi. “Dua isu itu adalah hal yang sangat penting saat ini. Tapi nampaknya Jokowi gagal atasi dan tangani dua faktor tersebut. Akibatnya rakyat hilang kepercayaan sehingga desakan mundur menggema di mana-mana. Mahasiswa, para tokoh dan masyarakat lantang suarakan agar Jokowi mundur sekarang ini juga,” jelas Muslim.

Sehingga kata Muslim, adanya niatan mundur dari para menteri diakibatkan karena rasa malu atas kegagalan Jokowi. “Bisa jadi niatan mundur para menteri-menteri itu akibat malu atas kegagalan Presiden Jokowi. Dan mundur para menteri adalah konsekuensi logis dari sebuah tanggung jawab atas kegagalan yang ada,” pungkas Muslim.

Sinyalemen adanya menteri yang akan berkhianat dan akan mundur dari kabinet diendus oleh Arief Poyuono yang juga politisi Partai Gerindra. Selaku sahabat Jokowi, Arief mencium benih-benih pengkhianatan karena ketidakpuasan atas penangan Covid-19.

“Saya berharap jangan ada menteri-menteri di kabinet dan orang orang lingkaran Jokowi melakukan pengkhiantan terhadap Jokowi saat pemberlakuan PPKM Darurat dalam penanganan dan penanggulangan Covid 19,” ujar Arief Poyuono, Kamis (8/7/2021).

“Soal mundur menteri hanya masalah waktu saja,” kata pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah menanggapi kabar tersebut, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, semua akan melakukan kalkulasi politik, apalagi menteri dari kalangan partai politik yang akan mengikuti garis kebijakan pimpinan partai politiknya.

“Menteri kalangan profesional pun melihat pada kemampuan Presiden dalam memimpin mengatasi masalah berat yang kini dihadapi,” ujar Rizal Fadillah.

Menurutnya, pandemi Covid-19 adalah kulminasi dari bertumpuknya masalah rezim Jokowi. Ada masalah ekonomi, politik, sosial, kesehatan dan agama. “Jokowi sendiri sudah merasa “ngeri dan gemetar” bagaimana membangun kepercayaan pada pemimpin yang sudah pesimistis dan diragukan kemampuannya,” terang Rizal Fadillah.

Dia berpandangan, menteri yang mundur bukan berkhianat pada Jokowi yang sedang berjibaku. Publik tidak melihat ada kerja berjibaku itu. Sepertinya santai saja dan menteri pun berjalan sendiri-sendiri.

Bahkan, ada menteri yang mengacak-acak bidang kementerian lain. Yaitu, Menko Kemaritiman dan Investasi  Luhut B Panjaitan yang memimpin PPKM Darurat Jawa-Bali.

Jadi jelas Rizal Fadillah, menteri yang mundur adalah menteri yang menggunakan akal sehat yang mampu melihat merosotnya kepercayaan rakyat pada Jokowi. Kapal pemerintahan sudah mengarah ke tenggelam. “Lumrah jika menteri berlompatan mencari sekoci penyelamatan. Terjadi pada setiap pemerintahan yang telah semakin merosot kepercayaan dari rakyatnya,” ucap dia. rmo