wartadigital.id
Headline Nasional

Cegah Kemarahan Umat, Pemerintah Harus Serius Atasi Penyerangan Masjid

Pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar terjadi Sabtu (25/9/2021) pukul 01.30 WITA. Seorang pengangguran bernama Kabba ditangkap petugas usai peristiwa tersebut.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Pemerintah harus serius dalam menangani peristiwa kriminal di dalam masjid dan membuat tokoh agama menjadi korban. Seperti penembakan seorang Ustadz Armand di Tangerang oleh OTK (Orang Tak Dikenal) dan penyerangan Ustadz Chaniago di Batam yang disebut dilakukan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Terbaru, terjadi pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang terjadi Sabtu  (25/9/2021)  pukul 01.30 WITA. Peristiwa ini terekam kamera pengawas atau CCTV masjid. Seorang pengangguran bernama Kabba ditangkap petugas usai peristiwa tersebut.

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto berharap penanganan serius dilakukan sehingga kejadian yang berulang tidak memprovokasi umat. “Sejumlah peristiwa yang terjadi kepada para ustaz dan masjid belakangan ini harus didalami dan ditangkap pelakunya. Jika terus terjadi, bisa memicu kecurigaan dan kemarahan di masyarakat. Pemerintah harus bergerak cepat,” tegas Yandri kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Politisi PAN itu meminta agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan semuanya kepada pihak berwajib. Di satu sisi, Yandri meminta agar para pengurus atau DKM meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan masjid.

“Lebih baik mengantisipasi. Jangan sampai ada kriminalisasi kepada para ulama, ustadz, pengurus masjid. Masjid harus dijaga. Masyarakat melalui DKM bisa bersinergi dengan kepolisian dan pihak berwenang lain untuk meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Motif Sakit Hati

Terpisah Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana mengungkap motif pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Makassar ialah sakit hati. Pemuda bernama Kabba (22) itu berdalih sakit hati karena dilarang tidur di area masjid.

“Sakit hati kepada pengurus masjid dimana setiap pelaku KB ini datang di masjid untuk beristirahat dan tidur selalu di larang oleh pengurus masjid dan pihak sekuriti. Ini motif awal yang kami dapat dari perbuatan pelaku”, kata Witnu kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Kabba sebelumnya membakar mimbar Masjid Raya Makassar pada Sabtu (25/9/2021) dini hari. Peristiwa ini terekam kamera pengawas atau CCTV masjid.

Berbekal informasi tersebut, polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. Pada pukul 14.00 WITA akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang diketahui bernama Kabba di sekitar Jalan Tinumbu. “Pelaku lelaki KB (22) warga Kecamatan Bontoala, pekerjaan tidak ada (pengangguran),” katanya.

Selain menangkap Kabba, aparat kepolisian turut menyita sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti yang disita dalam kasus ini di antaranya botol yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menyimpan minyak tanah. set, rmo

Related posts

Empat Dinas Pemkot Surabaya Diusulkan Digabung, Berlaku 1 Januari 2022

redaksiWD

Berlebihan, Medsos Setneg Unggah Jokowi Hadiri Pernikahan Atta-Aurel

redaksiWD

Zona Level 1 di Jatim Bertambah Jadi 6 Kabupaten

redaksiWD