wartadigital.id
Headline Madura

Cegah Penularan Covid-19, Lapas Sampang Siapkan Layanan Titipan

Meski over kapasitas, Lapas Sampang belum ditemukan kasus Covid-19. Untuk menghindari kontak fisik, Lapas membuka layanan titipan.

SAMPANG (wartadigital.id) – Seiring melonjaknya kasus Covid-19, Lapas Sampang ikut mengantisipasi dengan menerapkan aturan ketat. Yakni dengan tidak memperbolehkan pengunjung atau pihak keluarga masuk ke dalam Lapas.

“Kalaupun ada pihak keluarga yang ingin mengantar makanan cukup dititipkan di luar gedung kepada petugas yang sudah siap melayani titipan. Jadi kami melayani titipan dari keluarga untuk diberikan ke warga binaan,” kata Humas Lapas Sampang Fajarisman, Selasa (29/6/2021).

Pria kelahiran Sumenep, 5 September 1991  ini mengatakan kebijakan itu merupakan instruksi pusat. Sesuai perintah dari pusat, Lapas di seluruh Indonesia diminta menerapkan aturan ketat dengan tidak membolehkan pengunjung/ pihak keluarga masuk ke dalam lapas.

Dijelaskannya hingga kini belum ada penghuni Lapas yang positip Covid-19 meski telah over kapasitas. “Alhamdulillah  sampai saat ini belum ada yang terdampak atau positif  Covid-19 karena sejak awal pandemi kami menjalankan kebijakan ketat sesuai perintah pusat. Tidak ada keluarga warga binaan diperbolehkan keluar masuk. Untuk saat ini semuanya aman,” katanya.

Untuk bantuan kesehatan, pihak Lapas Sampang telah bekerjasama dengan Puskesmas Kemuning berupa layanan kesehatan, yaitu jika diperlukan akan segera datang untuk memberikan layanan kesehatan. Layanan itu termasuk untuk mendeteksi penghuni Lapas Sampang yang menunjukkan gejala kena Covid-19. Tapi sejauh ini, tidak ada masalah.

Dijelaskan Fajarisman, jumlah warga binaan di Lapas Sampang saat ini mencapai 372 orang, 8 di antaranya wanita. Jumlah tersebut melebihi kapasitas yang seharusnya, 168 orang. “Idealnya 1 ruangan dengan ukuran luas 3×6 cukup diisi 15 orang. Tapi sekarang dalam 1 ruangan bisa mencapai 20 sampai dengan 30 orang warga binaan,” katanya.

Dari jumlah 372 warga binaan tersebut, yang terbanyak adalah kasus narkoba sekitar 60%, sisanya kasus kriminal umum, korupsi dan KDRT.

Saat ditanya apa ada kerjasama dengan Lapas lain terdekat untuk menampung warga binaan, menurut dia sulit dilakukan.   “Percuma karena di kabupaten lain kondisinya juga sama. Over kapasitas. Dan semua juga ketat peraturan seiring pandemi Covid-19,” katanya.

Karena itu dia meminta warga binaan Lapas Sampang agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Demikian halnya kepada pihak keluarga binaaan harap memaklumi kondisi ini demi kebaikan bersama. jok

Related posts

Kunjungi ITS, Kedubes Denmark Bahas Kolaborasi Green Maritime

redaksiWD

Kemenperin Tunjuk Sampoerna Jalani Uji Coba Industri Beroperasi Secara Penuh

redaksiWD

Efek Nunggak Bayar, Call Sign Pesawat Garuda Berubah

redaksiWD