Cegah Putus Sekolah, Eri Ajak ASN Jadi Orangtua Asuh

Walikota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA (wartadigital.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi tidak ingin ada anak Surabaya yang putus sekolah meski di tengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian warga. Ia pun mengimbau kepada seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk berpartisipasi dalam program beasiswa pendidikan, yaitu dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang keluarganya tidak mampu atau termasuk dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Imbauan itu tertuang dalam surat resmi bernomor 421/4075/436.7.1/2021. Dalam surat tersebut, Walikota Eri mengatakan bahwa sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Kota Surabaya, dan berdampak pada segenap aspek kehidupan, khususnya ekonomi dan keadaan ini telah berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan semakin banyak warga kehilangan pekerjaan ataupun pendapatannya berkurang.

Bacaan Lainnya

“Apabila pemerintah tidak segera hadir dalam keadaan ini, akan berpengaruh pada bidang pendidikan, dimana anak–anak akan kesulitan mengenyam pendidikan dikarenakan tidak adanya biaya,” tulis Walikota Eri dalam surat resminya.

Oleh karena itu, ia bermaksud ingin mengajak seluruh pegawai Pemkot Surabaya untuk turut hadir dalam menangani permasalahan kota tercinta, terutama masalah pendidikan sebagai orangtua asuh dengan menyalurkan rezeki yang dimiliki pada Program Beasiswa Pendidikan. Menurutnya, program tersebut akan diperuntukkan kepada warga Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu/ Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada jenjang SMP Swasta.

“Asumsinya masing – masing anak sebesar Rp 125 ribu perbulan selama 3 tahun atau sampai dengan lulus. Jika bersedia untuk berpartisipasi, silahkan mengisi form kesediaan pada link: http://bit.ly/partisipasi-program-beasiswa-pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo memastikan surat imbauan itu sudah dikirim ke semua jajaran di lingkungan Pemkot Surabaya. Bahkan, pemkot juga sudah melakukan rapat koordinasi untuk menyukseskan acara ini. “Pendaftaran untuk menjadi orangtua asuh dalam program ini paling lambat hari ini, 19 Mei 2021 dan sesuai rencana, Kamis besok (20/5/2021), kita akan rakor lagi soal ini,” kata Supomo di ruang kerjanya.

Supomo memastikan bahwa orangtua asuh ini berbeda dengan program orangtua asuh yang sudah ada sebelumnya. Kali ini, dikhususkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga MBR, sedangkan program yang sebelumnya, dikhususkan bagi anak-anak eks lokalisasi. “Jadi, sasarannya berbeda dengan program sebelumnya,” tegasnya. mas