wartadigital.id
Headline Nasional

Covid Varian MU Sudah Ditemukan di Malaysia, DPR Minta Larangan Masuk TKA Nyata Direalisasikan

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Salah seorang vaksinolog bernama dr Dirga Sakti Rambe mengatakan bahwa Covid-19 varian MU yang pertama muncul di Kolombia, Amerika Selatan, sudah sampai Malaysia. Atas pernyataan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta Pemerintah agar melakukan pengetatan kedatangan WNA yang negaranya banyak ditemukan kasus Covid-19 varian Mu dan Lambda. Diketahui adapun negara yang dimaksud di antaranya, Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada, serta negara di Eropa seperti Inggris.

Ia menegaskan bahwa pengetatan dan pengawasan penting dilakukan guna mengantisipasi dampak penyebaran Covud-19 varian Mu, Lambda dan C.1.2 yang saat ini sedang marak menjangkiti puluhan negara. “Karena itulah, pentingnya bandara-bandara Internasional di Indonesia melakukan pengetatan negara-negara yang banyak kasus Covid-19 varian baru,” ujar Mufida dikutip dari VOI, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, perjuangan warga dalam menghadapi berbagai level PPKM selama dua bulan ini, harus diikuti dengan pembatasan kedatangan WNA dari luar negeri. Apalagi, kata Mufida, 3 varian baru tersebut bisa menurunkan kadar antibodi tubuh dan dampak efikasi dari vaksin.

Ia mengingatkan bahwa jangan sampai angka vaksinasi Indonesia yang belum cukup besar ini harus menghadapi varian baru yang lebih ganas tersebut.  “Nah, jangan sampai angka vaksinasi kita yang belum cukup besar harus ditambah dengan ancaman 3 varian baru ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Mufida juga menjelaskan bahwa varian MU yang pertama kali terdeteksi sejak Januari 2021 di Kolombia ini sudah ada di 49 negara. Dengan kata lain, penyebarannya semakin massif sejak ditemukan hampir enam bulan silam. set, voi

Related posts

Harta Bupati Probolinggo Tembus Rp 10 Miliar

redaksiWD

Setelah Menemui Massa Aksi, Eri Sampaikan Aspirasi Warga Madura ke Gubernur

redaksiWD

Pemkot Probolinggo Studi Referensi Capaian MCP ke Sampang

redaksiWD