
Sejumlah warga berdoa di depan makam mantan Walikota Batu Eddy Rumpoko di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Batu, Kamis (30/11/2023).
BATU (wartadigital.id) – Walikota Batu Eddy Rumpoko periode 2007-2017 yang meninggal dunia akibat sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Batu, Kamis (301//2023).
Sebelum dimakamkan di TMP yang terletak di Jalan Suropati, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu tersebut, jenazah tiba di rumah duka kurang lebih pukul 13.30 dan kemudian disemayamkan di Masjid Brigjen Sugiyono di Balai Kota Among Tani, yang tidak jauh dari lokasi rumah duka.
Hujan deras mengiringi proses pemakaman mantan Walikota Batu yang menjabat selama dua periode tersebut di TMP Kota Batu. Proses pemakaman putera sulung almarhum Brigjen TNI (Purn) Sugiyono tersebut berjalan mulai pukul 14.54 hingga 15.20 dan diikuti oleh ratusan orang, rekan, serta kerabat.
Wakil Walikota Batu periode 2017-2022 Punjul Santoso mengatakan Eddy yang berusia 63 tahun itu merupakan sosok sederhana dan memiliki visi ke depan, terutama dalam memajukan wilayah Kota Batu yang saat ini baru berusia 22 tahun. Eddy juga merupakan sosok walikota yang seringkali turun langsung untuk menampung aspirasi warga. “Beliau merupakan sosok luar biasa, sederhana tapi memiliki visi ke depan yang luar biasa. Selama menjabat, Beliau turun ke bawah memberikan edukasi, menampung aspirasi dari masyarakat,” katanya.
Punjul menambahkan sosok Eddy juga merupakan pribadi yang tegas, dimana pada saat menjabat sebagai Walikota Batu memberikan kewenangan penuh kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pengguna anggaran. Eddy juga memiliki peran besar dalam pembangunan Balai Kota Among Tani Kota Batu.
Eddy Rumpoko merupakan suami dari mantan Walikota Batu periode 2017-2022, Dewanti Rumpoko. Eddy Rumpoko lahir pada 8 Agustus 1960 di Manado, Sulawesi Utara, yang memiliki tiga orang anak dan memiliki cita-cita besar menjadikan Kota Batu sebagai sentra agro bisnis dan kota wisata. Eddy Rumpoko menjabat sebagai Walikota Batu pertama kali pada 24 Desember 2007 dan berpasangan dengan Wakil Walikota Budiono. Pada 2012, ia kembali memimpin Kota Batu berpasangan dengan Punjul Santoso.
Sebagai informasi, sebelum meninggal dunia Eddy Rumpoko masih menjadi warga binaan di Lapas Kelas I Semarang, Jawa Tengah, atas kasus gratifikasi dan harus menjalani hukuman selama tujuh tahun penjara. Ia didakwa merugikan negara senilai Rp 46 miliar melalui gratifikasi yang diperolehnya dari sejumlah orang yang terdiri dari pengusaha, dinas saat menjabat sebagai Walikota Batu dalam kurun waktu 2011-2017. ara