
Reuni ke-45 tahun angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM pada Sabtu (26/7/2025).
JAKARTA (wartadigital.id) – Reuni ke-45 tahun angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM pada Sabtu (26/7/2025) menuai sorotan masyarakat. Tak terkecuali pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. Dia meragukan peserta reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM yang dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, merupakan lulusan asli kampus yang berlokasi di Bulaksumur, Kota Yogyakarta.
Dokter Tifa mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Intelijen Netizen, dari puluhan peserta reuni yang berlangsung di aula gedung Integrated Forest Farming Learning Center pada Sabtu 26 Juli 2025, bukan seluruhnya alumni Fakultas Kehutanan UGM. “Selain W, Calo Terminal bis Tirtonadi Solo BS – Alumni ITB, teridentifikasi 11 lagi Termul berperan sebagai Peserta Reuni. Ada Y, L, B, S, H, SP, A, SW, R, J, AF,” kata Dokter Tifa dikutip dari akun X pribadinya, Senin (28/7/2025).
Menurut Dokter Tifa, mereka berasal dari beragam profesi, seperti teknisi, sopir truk, pertanian, sekuriti, karyawan koperasi, caleg gagal, korlap, dan lain-lain. “Penyelidikan BIN masih berlangsung, jadi penyebutan nama masih inisial. Mungkin nanti akan ketahuan bahwa dari 60-an orang yang hadir,” kata Dokter Tifa.
Dokter Tifa mengatakan, hanya sekitar 6-8 orang yang alumni asli Kehutanan UGM yang menghadiri reuni angkatan 80. “Jika diperhatikan, mereka duduk di sudut, tertib, rapi, dan tampak bingung melihat gerombolan orang-orang dengan seragam sama, kaos biru tetapi sama sekali tidak mereka kenal. Suatu saat mereka, para alumni Asli ini akan mengikuti kata hati nuraninya, mereka akan bersaksi,” katanya.
Diketahui, Jokowi menghadiri acara reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM untuk meredam isu soal tudingan ijazah palsu miliknya. Ditemani sang istri, Iriana, Jokowi hadir dalam acara reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980.
Dalam acara, Jokowi menyatakan dirinya memaksa menghadiri reuni, meski masih sakit. Di hadapan rekan-rekannya, sambil berkelakar, Jokowi menyebut kehadirannya dilakukan karena khawatir jika tak hadir dalam acara ini, maka isu ijazah palsu dirinya semakin liar.
Harus Dalami Ijazah Jokowi
Sebelumnya Koordinator Simpul Aktivis Angkatan (Siaga) 98, Hasanuddin meminta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan hingga Badan Intelijen Negara (BIN) diminta untuk turun tangan melakukan pendalaman akibat terus berlarut-larutnya persoalan ijazah mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang dituduh palsu.
Menurut Hasanuddin, persoalan kejelasan ijazah Jokowi bukanlah semata aspek hukum atau kasus kriminal, melainkan sudah menjadi skandal yang melibatkan banyak pihak. “Ini lebih banyak menimbulkan kontroversi daripada hasil hukum yang jelas dan berpotensi mendelegitimasi institusi penegak hukum dan pendidikan,” kata Hasanuddin , Minggu (27/7/2025).
Bahkan menurut Hasanuddin, skandal tersebut tidak semata peristiwa kriminal biasa, namun bisa jadi ada tindak pidana korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang, upaya menimbulkan keresahan publik, serta mendelegitimasi citra wajah penegakan hukum pemerintahan yang saat ini sedang berjalan.
“Oleh sebab itu, kami berharap penegak hukum lain untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan monitoring proses ini, termasuk BIN dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan,” terang Hasanuddin.
Hasanuddin menilai, keterlibatan mereka bertujuan menemukan apakah ada skandal lain di luar kasus kriminal biasa tersebut, dan mencegah dan menindak jika terjadi tindak pidana lain dalam proses polemik yang berjalan. “Yang bertujuan untuk memulihkan kepercayaan publik pada institusi penegak hukum, pendidikan, penyelenggara pemilu dan lembaga politik,” pungkas Hasanuddin. rmo





