
LUMAJANG (wartadigital.id) – Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan, Kraton Fashion Carnival di Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Selasa (2/9/2025), menjadi contoh nyata kegiatan masyarakat desa yang mendukung program unggulan PKK, Merak Berlipstik, sekaligus menumbuhkan kesadaran pemanfaatan sampah daur ulang.
Menurut Dewi Natalia, carnival ini membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk melahirkan kreativitas berdaya guna.
“Keindahan yang kita lihat hari ini tidak hanya lahir dari busana, tetapi juga dari pesan moral bahwa sampah bisa bernilai ketika diolah dengan kreativitas,” ujarnya.
Gelaran ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mereka tampil percaya diri mengenakan busana unik berbahan plastik bekas, kertas, hingga kain perca yang diubah menjadi karya penuh warna.
Tak hanya itu, sebagian peserta juga mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara, menambah semarak sekaligus menghadirkan pesan persatuan dalam keberagaman budaya.
Kehadiran lintas usia ini memperlihatkan bahwa kesadaran akan lingkungan bukan hanya milik generasi tertentu, melainkan menjadi gerakan bersama yang ditanamkan sejak dini hingga usia matang.
PKK Lumajang melalui program Merak Berlipstik berkomitmen mendorong perempuan tampil percaya diri sekaligus berdaya, termasuk dalam membangun kesadaran lingkungan. Carnival ini menjadi medium strategis untuk menggaungkan pesan tersebut, terutama kepada generasi muda.
Selain memberi hiburan, kegiatan ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi. Produk kreatif berbasis daur ulang berpotensi dipasarkan sebagai suvenir, aksesoris, hingga fashion berkelanjutan yang kini diminati masyarakat.
Antusiasme warga Desa Kraton terlihat dari padatnya penonton yang menyemangati para peserta. Dukungan tersebut meneguhkan bahwa inovasi desa dapat tumbuh kuat dengan gotong royong masyarakat.
Kraton Fashion Carnival akhirnya tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga cermin perubahan gaya hidup, yakni dari konsumtif menuju produktif, dari membuang menjadi mengolah, dari sampah menjadi karya yang membanggakan. uja, ins





