wartadigital.id
Headline Kesehatan

Epidemiolog Unair Atoillah Isfandiari Sebut Sequencing Kunci Lacak Strain B117

Epidemiolog Unair Atoillah Isfandiari

SURABAYA (wartadigital.id) –  Epidemiolog Unair Atoillah Isfandiari mengatakan, dari kasus yang ada di luar negeri, Strain B117 tidak meningkatkan severitas atau keparahan pada pasien covid-19. Namun, dari penelitian secara in-vitro didapati potensi peningkatan penularan sebesar 40 hingga 80 persen.

Dengan begitu, Atoillah mengatakan, upaya antisipasi harus lebih terfokus pada pencegahan potensi  peningkatan penularan di hulu.  Bukan pada antisipasi peningkatan keparahan gejala di hilir atau di rumah sakit.

Pasalnya, gejala yang dilaporkan pasien, mayoritas demam dan batuk.  Gejalanya kurang lebih sama dengan virus covid-19 pada umumnya.

Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair  itu menyampaikan, untuk Indonesia sendiri penemuan kasus Strain B117 lebih banyak dikarenakan adanya  penelitian laboratorium.  Yakni pada sampel darah pasien dilakukan sequencing atau pengurutan utas RNA-nya dan hal tersebut bukan merupakan pemeriksaan rutin.

“Dalam sequencing, RNA virus di baca semua (whole genome), tidak hanya sekadar mendeteksi positif atau negatif saja,” terang Ato, Kamis ( 18/3/2021)

Baginya, sequencing menjadi salah satu cara tepat untuk mendeteksi adanya penularan Strain B117 di Indonesia. Hanya saja, dalam upaya testing yang lebih masif tidak semua sampel pasien di Indonesia bisa dilakukan sequencing.  Selain itu sequencing sendiri membutuhkan biaya yang besar.

Ato menuturkan, infeksi dari suatu mutasi virus bisa dicegah oleh vaksin yang ada atau tidak tergantung letak dan bentuk mutasinya. Karena pada prinsipnya, mutasi virus tersebut berpengaruh terhadap penyusunan RNA dalam yang nantinya diharapkan akan bisa dikenali oleh antibodi dalam tubuh yang dihasilkan dari vaksinasi tersebut.

“Karena tubuh kita diajari vaksin untuk mengenali utas RNA tertentu dan bila ternyata virus ini (SARS-CoV-2) mutasi, selama mutasi itu tidak mengubah utas RNA yang akan dikenali oleh antibodi kita, mutasi apa pun dan di mana pun, akan tetap bisa dikenali dan mencegahnya untuk bereplikasi dalam tubuh kita,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, sejumlah para pakar virologi mengasumsikan bahwa vaksin yang ada saat ini masih efektif mencegah infeksi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 Strain B117. Unair sebagai universitas terbaik di Indonesia sedang mengembangkan vaksin merah putih agar Indonesia segera bebas dari Covid-19. tri

Related posts

Covid Mengganas, Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Surabaya Bekerja Tanpa Batas Waktu

redaksiWD

Menpan-RB Tambah Kuota CPNS Pemprov Jatim, Besok Pendaftaran Dibuka Secara Daring

redaksiWD

Agresi Israel, Turki Usulkan Kekuatan Internasional untuk Lindungi Rakyat Palestina

redaksiWD