Eri Cahyadi Ajak Takmir Masjid se-Surabaya Urus IMB Tempat Ibadah hingga Jadi UPZ

Silaturahim dengan perwakilan Ketua Takmis Masjid se-Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Jumat (31/3/2023).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menggelar silaturahim dengan perwakilan Ketua Takmis Masjid se Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Jumat (31/3/2023). Dalam kesempatan itu, Walikota Eri mengajak para ketua takmir masjid itu untuk mengurus IMB masjid atau musalanya masing-masing. Bahkan, ia juga mengajak mereka untuk menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk menyejahterakan warga di sekitar masjid atau musalanya.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Walikota Eri meminta kepada semua takmir masjid se-Kota Surabaya yang masjid atau musalanya belum memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), untuk segera melaporkan kepada lurahnya supaya diuruskan IMB-nya. Dia juga berjanji IMB untuk tempat ibadah itu akan dikeluarkan dalam jangka waktu 7 hari kerja.

“Tolong disampaikan ke lurah untuk diuruskan IMB-nya, saya kasih waktu teman-teman pemkot selama 7 hari untuk mengeluarkan IMB itu. Ini sudah saya lakukan selama ini, dan ini tidak ada retribusinya karena ini tempat ibadah, makanya ini harus terus dipercepat, sehingga ke depan semua tempat ibadah di Surabaya memiliki IMB semuanya,” kata Cak Eri, panggilan karibnya.

Selain itu, Cak Eri mengajak mereka untuk menjadikan masjidnya sebagai UPZ, sehingga nanti kalau ada orang yang memberikan zakat dikumpulkan dulu tidak langsung dibagikan dulu. Lalu nanti dilihat di sekitar masjid atau musala itu masih ada orang miskin atau tidak, kalau masih ada maka zakat itu harus diperbantukan kepada orang miskin itu berupa bantuan modal usaha dan lainnya, sehingga dia bisa lebih berdaya.

“Makanya saya berharap kepada semua ketua takmir masjid itu untuk memakmurkan masyarakat sekitarnya. Saya berharap di sekitar masjid itu terbentuk kampung-kampung madani, sehingga masjid itu hadir untuk memberikan bantuan kepada orang miskin, memberikan bantuan kepada anak putus sekolah dan bantuan lainnya,” kata dia.

Bahkan, ia juga meminta sesama masjid itu harus saling membantu dan harus saling mengisi antara satu dengan yang lainnya. Ia mencontohkan apabila masjid di Surabaya Barat ternyata orang miskinnya banyak dan kekuatan zakatnya kurang, sedangkan masjid di Surabaya Selatan orang miskinnya lebih sedikit dan ada dana zakatnya masih ada sisa, maka masjid di Surabaya Selatan itu harus membantu masjid di Surabaya Barat itu.

Cak Eri juga sangat yakin apabila semua zakatnya warga Surabaya dikumpulkan untuk membantu warga miskin di Surabaya yang sudah didata oleh RT-RW, LPMK, KSH, lurah, camat, maka ke depan tidak ada lagi warga miskin di Surabaya. Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh warga dan semua Ketua Takmir Masjid di Surabaya untuk tidak terburu-buru menyalurkan zakatnya ke luar daerah Surabaya, karena di Surabaya sendiri masih ada orang miskin yang membutuhkan bantuan. omo