FLCCC Sebut Ivermectin Berhasil Turunkan 97% Kasus Covid-19 di India dalam 5 Minggu

Ilustrasi Ivermectin

SURABAYA (wartadigital.id) – Frontline Covid-19 Critical Care Alliance (FLCCC) memastikan Ivermectin telah berulang kali efektif dalam mencegah dan menyembuhkan penyakit Covid-19. Sebanyak 30% negara-negara di dunia telah menggunakan obat Ivermectine setelah melakukan serangkaian penelitian dan uji klinis.

Dr Pierre Kory, Chief Medical Officer FLCCC menjelaskan Ivermectin sangat efektif sebagai obat pencegahan maupun penyembuhan penyakit Covid-19. Sebagai obat pencegahan, atau profilaksis, Ivermectin efektif melawan Covid-19 rata-rata sebesar 85%, sebagai pengobatan dini 76%, dan dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 70%. Di penelitian terbaru, hasil menunjukan Ivermectin dapat menghalang perkembangan varian baru Covid-19 seperti varian asal Inggris, Vietnam dan India.

Bacaan Lainnya

“Di New Delhi, India, Ivermectin telah berhasil melenyapkan 97% kasus Covid-19 dalam waktu 5 minggu. Beberapa negara yang juga sukses melawan Covid-19 dengan Ivermectin diantaranya Meksiko, Jepang, dan Afrika Selatan,” katanya dalam kegiatan bertajuk Kisah Sukses Ivermectin di Berbagai Negara sebagai Obat Pencegahan dan Terapi Melawan Covid-19 yang digelar secara daring, Senin (28/6/2021).

FLCCC, adalah organisasi kemanusiaan  nirlaba yang berbasis di AS yang terdiri dari kumpulan dokter dan peneliti klinis ahli dunia yang terkenal. Misi FLCCC selama setahun terakhir adalah mengembangkan dan menyebarluaskan protokol perawatan paling efektif untuk Covid-19.

Sementara Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Ivermectin di Indonesia dr Budhi Antariksa PhD, SpP (K) mengatakan di Indonesia, Ivermectin telah dibagikan puluhan ribu tablet secara gratis  oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bekerjasama oleh PT Harsen Laboratories di berbagai daerah seperti Semarang, Sragen, Madura dan Kalimantan Barat.

“Hasil sementara yang dilaporkan, Ivermectin sangat baik dan efektif dalam menyembuhkan Covid-19. Di Kudus, pasien yang positif Covid-19 sudah bisa menjadi negatif rata-rata dalam waktu antara 7 sampai 10 hari,” katanya.

Ketua HKTI Moeldoko mengatakan pembagian Ivermectin di Indonesia sudah dilakukan antara lain pada 8 Juni 2021 di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Demak, Sragen, Bangkalan hingga Kalimantan Barat. “Selaku Ketua HKTI, kami mengambil inisiatif untuk mengedarkan sebanyak 32.900 tablet melalui HKTI dan hasilnya efektif dalam menyembuhkan Covid-19,” kata Moeldoko.

Dijelaskan Moeldoko bukti-bukti ilmiah tentang kemanjuran ivermectin melawan Covid-19 sudah banyak diterbitkan seperti yang dipaparkan oleh FLCCC, BIRD Group dan di American Journal of Therapeutics. Karena itu pihaknya berencana meneruskan pengedaran ke daerah-daerah lain di Indonesia. “Kami juga berharap Ivermectin dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia demi melawan Covid-19”, ungkap Moeldoko.

Communication Director PT Harsen Laboratories Iskandar Purnomohadi menjelaskan tujuan pihaknya memproduksi Ivermectin dalam bentuk Ivermax 12 agar dapat diterima oleh rakyat Indonesia sebagai salah satu obat yang efektif melawan Covid-19. PT Harsen sudah siap melawan dan mengatasi Pandemi ini  dengan mencontoh keberhasilan negara-negara termasuk di Indonesia yang memakai Ivermectin.

“Dalam rangka riset yang kami lakukan sebelum memproduksi Ivermectin menunjukkan potensi besar sebagai obat untuk melawan Covid-19 di Indonesia karena populer digunakan di negara-negara miskin sebab aman dan murah. Dan ini sesuai dengan visi pendiri PT Harsen Laboratories, Haryoseno agar bisa membuat obat yang efektif dan terjangkau rakyat untuk mengalahkan Pandemi Covid-19,” katanya.

Dijelaskan Iskandar Ivermectin sudah diujicoba di kalangan terbatas. Dan hasilnya pasien Covid-19 yang diberi Ivermectin rata-rata sembuh dalam waktu 7 – 10 hari saja.

Bahkan tiga bulan lalu, PT Harsen Laboratories telah menyerahkan donasi 3.000 butir Ivermectin dan 3.000 butir placebo yang diminta oleh Balitbangkes Kemenkes RI sebagai sumbangan untuk mendukung uji klinis Ivermectin dengan 8 rumah sakit. “Hasil uji klinis tersebut diharapkan bisa keluar dalam waktu tiga sampai lima bulan ke depan,” katanya.

Obat Ivermectin sudah digunakan di seluruh dunia selama 40 tahun dan digunakan oleh lebih dari 4 miliar manusia sebagai obat anti-parasitik. Pada 2012, penelitian menemukan bahwa Ivermectin juga bisa menghalangi virus Zika, Dengue, West Nile, Influenza, HIV, dll. Maka pada 2015, penemuan Ivermectin dianugerahkan dengan Nobel Prize. Ivermectin juga menjadi salah satu obat yang masuk dalam daftar obat esensial WHO.  yan