FTMM Unair Jalin Kerjasama dengan Mitra Akademik, Industri dan PPI Paris

Delegasi FTMM Unair melakukan penjajakan kerjasama dengan mitra akademik, industri dan PPI Paris.

 

PARIS (wartadigital.id) – Setelah berdiskusi dengan PPI (Perhimpunan Pemuda Pelajar) Berlin, 4 delegasi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair yakni Dekan FTMM Prof Dr Apt Dwi Setyawan MSi,  Wakil Dekan 3 FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM dan 2 dosen FTMM  yakni Tahta Amrillah MSi, PhD dan Ilma Amalina MSi, PhD melakukan penjajakan kerjasama dengan mitra akademik, industri dan PPI Paris.

Bacaan Lainnya

FTMM mengunjungi Paris untuk bertemu dengan mitra akademik dan Industri di salah satu kementerian di Paris yaitu Baptiste Touzani M Eng, yang bekerja sebagai software engineer. Menariknya diskusi dilaksanakan di area pertandingan terakhir Olimpiade Paris yaitu Atletik, sesuai permintaan mitra akademik dan mitra industri. “Magnet Olimpiade memang membuat semua warga Prancis untuk tidak menyia-nyiakan momen langka ini. Beruntung kita menjadi salah satu bagian dari magnetnya,” ujar Prof Retna Apsari dalam keterangan tertulis, Jumat (16/8/2024).

Baptiste Touzani MEng yang biasa di panggil Baba menjelaskan bahwa bekerja di Prancis, khususnya Paris sangat menyenangkan dan gaji yang cukup tinggi. Beberapa industri di Prancis merupakan industri teknologi yang membutuhkan pekerja dengan skill yang cukup mumpuni, khususnya di area IT dan Artificial Intellegence (AI). Sehingga, pada umumnya memang standar pendidikan di Prancis sangat tinggi. “Mahasiswa di Prancis tidak cukup hanya lulus program sarjana, tapi juga harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan memiliki kemampuan softskill tambahan,” kata Baptiste Touzani.

Hal ini juga didukung oleh istri Baptiste Touzani yang seorang warga Indonesia, Elly Susanti MHum yang sekarang menjadi salah satu pengajar pelatihan bahasa Prancis untuk orang Indonesia yang akan melanjutkan studi di Prancis.

Elly menyampaikan perkembangan teknologi di Prancis, khususnya Paris sangat pesat, sehingga diperlukan pekerja dengan lulusan yang ahli juga di bidang teknologi selain kompetensi utama mereka. “Untuk itu, program graduate student atau pasca sarjana di Paris sangat dibutuhkan, sehingga kebanyakan Universitas di Prancis membuka program pasca sarjana,” kata Elly.

Hal tersebut, lanjut Elly, menyebabkan banyak orang Indonesia juga ingin sekolah di Prancis. Untuk itu, program pelatihan bahasa Prancis sangat di butuhkan untuk orang Indonesia yang akan melanjutkan sekolah dan bekerja di Prancis.

Pemberian cinderamata kepada Ketua PPI Paris.

FTMM melalui delegasinya juga menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Pemuda Pelajar Indonesia (PPI) di Paris yang diketuai oleh Muhamad Zidan Anditama,  yang saat ini sedang studi lanjut di Universite Paris Nantarre. Hal ini bertujuan untuk menginisiasi program diseminasi informasi untuk beasiswa Prancis. Tujuannya agar deploy informasi terkait dengan Prancis, studi lanjut dan bekerja di sana akan terbuka lebar.  Pihak PPI sangat mendukung kerjasama ini.

“Kami berharap PPI Prancis dapat mengundang mahasiswa Unair untuk berkolaborasi, dalam bentuk undangan untuk berdiskusi multidisipliner di forum kami,” kata Muhamad Zidan Anditama.

Dikatakannya kolaborasi ini pasti sangat menarik, karena ada 1 dosen Unair yakni Irfai Afham, dosen Ilmu Politik Unair yang sedang studi lanjut di Universite Paris 8 Vincennes Saint-Dennis. “Tentunya dapat menjadi hub kerjasama lanjutan antara PPI Prancis dan Unair,” kata Zidan, panggilan karibnya.

Tahta Amrillah mengatakan Presiden PPI Prancis sangat bersemangat dengan kerjasama ini. Mereka berharap adanya kerjasama kolaborasi program diseminasi yang nyata. “Program nyata yang mereka harapkan seperti seminar online di mana mereka dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa FTMM dan memberikan informasi penting bagaimana melanjutkan sekolah di Perancis dan bagaimana kehidupan di sana,” katanya.

Sementara Prof Dwi Setyawan menyampaikan  FTMM akan mengundang Baptiste Touzani M Eng, Elly Susanti MHum dan Muhamad Zidan Anditama untuk melakukan kuliah online baik di wilayah akademik, wilayah organisasi kemahasiswaan dan kuliah praktisi. “Diskusi via online merupakan salah satu perwujudan langsung dari kerjasama ini, bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru di Unair tahun 2024,” katanya.

Sinergi ini, kata Prof Dwi, sejalan dengan harapan Wakil Dekan 3 Unair FTMM Unair Retna agar nuansa internasionalisasi sudah tercipta sejak mahasiswa FTMM hadir pertama kali di kampus Unair. nti

Pos terkait