FTMM Unair Perkuat Kerjasama Bidang Akademik & Riset dengan Hanyang University ERICA dan Chung-Ang University

Kunjungan ke Hanyang University ERICA.

SURABAYA (wartadigital.id) – Setelah ke Kumoh National Institute of Technology (KIT),  Tim FTMM melanjutkan kunjungan ke ERICA (Education Research Industry and Convergance Ansan) Hanyang University (HU). HU merupakan salah satu perguruan terbaik di Korea Selatan yang berada di area pusat industry LG yang selama ini sudah menyatukan antara dunia kampus dengan industri.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang akademik dan riset melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Kesepakatan ini mencakup berbagai bentuk kolaborasi akademik seperti staf/student outbound dan inbound, visiting professor, serta kerjasama dalam riset berupa penelitian dan publikasi bersama.

Bacaan Lainnya

Kunjungan FTMM Unair ke Korea Selatan dilakukan pada 29-31 Oktober 2024. Saat itu  FTMM memberangkatkan 6 delegasinya, yaitu Dekan FTMM Prof Dr Apt Dwi Setyawan MSi,  Wakil Dekan 2 Prof Dr Imron Mawardi, Wakil Dekan 3 Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM,  Koordinator Program Studi Rekayasa Nanoteknologi (Prodi RN) Prof Dr Retno Sari Apt, MSi dan 2 dosen FTMM Prastika Krisma Jiwanti SSi, MSc Eng, PhD (dari Prodi Rekayasa Nanoteknologi) dan Muhamad Aldo Setyawan SSi, MSc Eng dari Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan.

Rombongan diterima oleh Ketua Departemen Prof Youngbok Lee dan peneliti Prof Seunghyun Lee, akademisi terkemuka di Department of Chemical and Molecular Engineering Hanyang University ERICA.

Dalam pertemuan itu, delegasi dari FTMM berkesempatan untuk melihat fasilitas riset di Hanyang University ERICA, berdiskusi mengenai kemungkinan kerjasama dalam bidang riset, seperti penelitian bidang nanoteknologi, yaitu pengembangan nanopartikel emas untuk aplikasi biosensor. Nantinya, diharapkan pertukaran mahasiswa riset dapat dilakukan,  untuk menambah pengalaman belajar dan riset mahasiswa di institusi luar.

Prof Dwi Setyawan menjelaskan penandatanganan MoA ini merupakan bagian dari upaya FTMM untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, antara lain IKU 3 – Dosen Berkegiatan di Luar Kampus, IKU 5 – Hasil Kerja Dosen Digunakan Masyarakat atau Dapat Pengakuan Internasional, dan IKU 6 – Program Studi Bekerja Sama dengan Mitra Kelas Dunia.

“FTMM berharap kolaborasi dan kerjasama dengan perguruan tinggi terbaik di Korea dapat meningkatkan kualitas riset, pembelajaran serta bagi mahasiswa dan dosen di tataran internasional,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (6/11/2024).

Ditambahkan Prastika Jiwanti, dengan terjalinnya kerjasama dengan  Hanyang  University ERICA dan KIT dengan FTMM diharapkan dapat semakin memperluas jaringan internasional, meningkatkan daya saing, serta memperkaya pengalaman staf dan mahasiswanya di level global. “Selain itu, MoA ini juga menunjukkan komitmen FTMM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia,” katanya.

Pengembangan Biosensor

Tim FTMM juga mengunjungi Chung-Ang University dan disambut oleh Prof Jaebum Choo, Distinguished Professor di Department of Chemistry Chung-Ang University. Dia merupakan Direktur Nanophotonics Biomedical Research Center (ERC).  Prof Choo merupakan ahli dalam bidang Biosensor/ Nanophotonics.

Kunjungan ke Chung-Ang University.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi dalam bidang pengembangan biosensor menggunakan integrasi keilmuan nanoteknologi, elektronik, dan fotonika. Kolaborasi ketiganya menjadikan eksplorasi bioengineering menjadi sangat menarik. Fotonika sangat kuat tersaji di laboratorium yang dikunjungi, juga dalam mengksplorasi bioimaging sampai dengan Raman Spectroscopy.

Retna Apsari menyatakan optimismenya kolaborasi dengan Chung-Ang University yang memiliki keilmuan linier dengan Unair ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat riset biosensor di Unair, secara khusus di FTMM dan integrasinya dengan fakultas yang linear. “Kami berharap penelitian bersama ini dapat menciptakan solusi inovatif bagi tantangan yang dihadapi dalam bidang biosensor, serta menginspirasi mahasiswa untuk berkarya di level global,” katanya.

Tak kalah pentingnya, lanjut dia, pelaksanaan kegiatan di Korea  ini merupakan salah satu perwujudan dari implementasi realisasi Sustainable International Collaboration SDG’s poin 17 (Partnership for the Goals). FTMM siap mengimplestasikan hasil-hasil riset dan produk dosen dalam bidang energi, renewable energy, nanotechnology, teknik industri, teknologi sains data, Artificial Intellegence dan Robotics untuk mensupport kerjasama lanjutan antara Unair dan Korea Selatan.

“Diharapkan, kerjasama yang terjalin dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat posisi FTMM sebagai fakultas yang memiliki jaringan kerjasama global yang luas dan kokoh,” katanya. nti

Pos terkait