Gandeng Pemkot Surabaya, Indosat Ajak UMKM Go Digital

VP Head of Sales Eastern East Java, Isprayudi Prabowo , Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya M Awaludin Arief dan VP Head Digital Brand Engagement Strategy IOH Hodo Purwoko dalam IMpowering UMKM “UMKM Go Digital: Kolaborasi Telco untuk Negeri” di Auditorium Indosat Kayoon , Kamis (21/8/2025).

SURABAYA (wartadigital.id) –   Membantu mewujudkan UMKM full digital,  Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 memberikan workshop berupa edukasi dan pelatihan digital marketing dengan menggandeng UMKM di 31 kecamatan yang ada di Surabaya. Dengan pelatihan ini, IOH ingin UMKM di Surabaya go digital sehingga bisa meningkatkan penjualan dan melebarkan jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Head of Sales Eastern East Java, Isprayudi Prabowo mengatakan kegiatan workshop ini pertama kali digelar. Ke depannya akan digelar di 12 cabang Indosat di seluruh Jawa Timur agar UMKM bisa memanfaatkan digital marketing untuk meningkatkan usahanya. “Dari sisi jumlah peserta, kami ke depannya akan mengakomodir lebih banyak UMKM di Surabaya sesuai arahan Pemkot Surabaya,” katanya kepada media di sela IMpowering UMKM “UMKM Go Digital: Kolaborasi Telco untuk Negeri” di Auditorium Indosat Kayoon, Kamis (21/8/2025).

Bacaan Lainnya

Dalam workshop itu, 31 pelaku UMKM yang mewakili tiap kecamatan di Surabaya diajari bagaimana membuat visualisasi produk yang bagus agar bisa memiliki nilai jual tinggi dan menarik konsumen. Semua visualisasi yang diajarkan berbasis AI (Artificial intelligence).  UMKM juga dilatih membuat konten agar bisa promosi produk di berbagai platform media sosial di antaranya TikTok, Instagram, YouTube, Facebook. Terakhir UMKM diajari menulis caption dengan bantuan AI.

‘’Kami berharap, perwakilan UMKM dari kecamatan setelah mengikuti workshop ini dapat menularkan ilmunya kepada UMKM yang ada di kelurahan, RW dan RT setempat,’’ tambah Isprayudi.

Pelatihan ini digelar jelas Isprayudi agar pelaku UMKM lebih percaya diri. Sehingga ketika produk unggulannya dipromosikan melalui teknologi digital dapat meningkatkan omzetnya. ‘’Intinya, pengenalan pemasaran melalui digital ini untuk meningkatkan omzet sehingga pelaku UMKM naik kelas,’’ ujarnya.

Sebagai tulang punggung dukungan infrastruktur, IOH  menyediakan modem HiFiair untuk memastikan koneksi internet yang stabil dan lancar bagi para peserta pelatihan, yang menjadi dasar dari semua aktivitas digitalisasi.

Sedangkan VP Head Digital Brand Engagement Strategy IOH, Hodo Purwoko menjelaskan IOH tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik. Peserta dibimbing untuk dapat memaksimalkan peluang di berbagai marketplace, e-commerce, dan platform digital lainnya.  ‘’Endingnya pelaku UMKM dapat meningkatkan omzet penjualan sehingga naik kelas dan bisa bersaing dengan UMKM daerah lain,’’ ujarnya.

Setelah memberikan pelatihan, IOH tidak melepas UMKM begitu saja. Tetap akan memberikan pendampingan dan monitoring selama dua minggu ke depan.

Peserta IMpowering UMKM “UMKM Go Digital: Kolaborasi Telco untuk Negeri” di Auditorium Indosat Kayoon foto bersama.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya M. Awaludin Arief, mengapresiasi Langkah Indosat yang memberikan fasilitas pelatihan bagi UMKM dari 31 kecamatan di Kota Surabaya.

“Peran Pemkot dalam memberdayakan UMKM Surabaya tidak bisa dilakukan sendiri. Semoga langkah Indosat ini dapat diikuti stakeholder lain  untuk ikut serta membantu pelaku UMKM  di Surabaya  naik kelas. Kami juga mengusulkan sasaran UMKM yang difasilitasi dalam workshop semakin ditingkatkan, syukur ada batch-batch berikutnya karena pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan untuk UMKM,” katanya.

Dijelaskannya pelaku UMKM di Kota Surabaya jumlahnya mencapai 106 ribu yang tersebar di 31 Kecamatan. Yang sudah menjadi  binaan Pemkot Surabaya ada 18 ribu UMKM.  Mereka ini sudah bersentuhan dengan digital marketing karena sudah tergabung di platform e-Peken milik Pemkot Surabaya.

“Yang belum mendapat sentuhan digital marketing lebih banyak, mereka masih mengandalkan pemasaran offline.  Ini menjadi tantangan bersama bagaimana UMKM yang belum tergabung dalam e-Peken bisa memacu transaksi penjualan dengan melebarkan jaringan pemasaran online,” katanya.

Dijelaskan M. Awaludin Arief pemasaran digital yang digagas Pemkot di e-Peken sangat efektif untuk membantu pemasaran UMKM. ‘’Saat ini, transaksi e-Peken yang dikelola Pemkot Surabaya mencapai Rp 11 miliar setiap bulan,’’ ujarnya. nti

 

Pos terkait