Gempa NTT Belum Mereda, 686 Gempa Susulan Guncang Nagekeo

Istimewa
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 06.00 Wita, BMKG mencatat 686 kali gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya.

KUPANG (wartadigital.id) — Gempa bumi kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) belum benar-benar berhenti. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 06.00 Wita, BMKG mencatat 686 kali gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan rangkaian gempa susulan masih aktif, dengan kekuatan yang bervariasi. “Total gempa bumi susulan tercatat sebanyak 686 kejadian,” kata Arief dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Bacaan Lainnya

Dari ratusan gempa tersebut, kekuatan terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil M1,9. BMKG juga mencatat 16 gempa susulan berkekuatan di atas M5. Tidak semua gempa dirasakan masyarakat. Namun, sebanyak 38 kejadian dilaporkan terasa, terutama di wilayah yang berada dekat pusat aktivitas gempa.

Aktivitas kegempaan paling banyak terjadi di kawasan pantai utara Pulau Flores. BMKG menyebut rangkaian tersebut merupakan aktivitas lanjutan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Nagekeo dan sejumlah wilayah di Flores.

Situasi ini membuat masyarakat diminta tidak lengah. Meski tetap tenang, warga harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan signifikan.

BMKG juga mengingatkan warga untuk tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sebelum dinyatakan aman. Bangunan yang telah melemah berisiko runtuh ketika kembali diguncang gempa.

Masyarakat diminta mengikuti informasi hanya dari sumber resmi pemerintah dan BMKG. Warga juga diingatkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan di tengah situasi darurat. gel, ins

Pos terkait