Harga Gas LPG Non Subsidi Resmi Naik, Politisi Demokrat Sindir Ahok

Harga LPG atau elpiji non subsidi mulai 25 Desember 2021 Adapun kenaikan ini diklaim Pertamina disebabkan harga LPG dunia yang terus naik.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga LPG atau elpiji non subsidi mulai 25 Desember. Adapun kenaikan ini disebabkan harga LPG dunia yang terus naik. Kenaikan harga gas elpiji non subsidi yang dilakukan Pertamina ini menarik perhatian salah satu kader Partai Demokrat, yakni Cipta Panca Laksana.

Bacaan Lainnya

Dalam tanggapannya mengenai kenaikan harga gas elpiji non subsidi ini, Cipta Panca melontarkan sebuah sindiran dengan menyinggung Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. “Selamat tahun baru. Hidup Ahok,” katanya dikutip dari Twitter @panca66, Selasa (28/12/2021).

Sebelumnya, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyatakan, besaran penyesuaian harga LPG non subsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5% berkisar antara Rp 1.600 – Rp 2.600 per kg. “Perbedaan ini untuk mendukung penyeragaman harga LPG ke depan serta menciptakan fairness harga antar daerah,” ujar Irto.

Irto menuturkan, tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG terus meningkat sepanjang 2021, di mana pada November 2021 mencapai 847 dolar AS per metrik ton, harga tertinggi sejak 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021.

“Penyesuaian harga LPG non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74% lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu,” jelasnya. set