
Pemerintah berencana akan menaikkan harga gas LPG 3 kg dalam waktu dekat.
JAKARTA (wartadigital.id) — Pemerintah saat ini siap-siap untuk menaikkan LPG (Liquified Petroleum Gas) 3 kg. Langkah ini ditempuh seiring dengan melebarnya harga keekonomian gas subsidi yang sudah terpaut Rp 15.359 per kilogram pada tahun ini.
Sinyal kenaikan itu diungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu saat Rapat Panja Banggar DPR RI, Selasa (14/6/2022). Febrio Nathan Kacaribu mengatakan kementeriannya bakal melanjutkan agenda reformasi subsidi untuk menambal beban subsidi dan kompensasi energi yang lebar pada tahun ini. Rencananya, Kemenkeu bakal menyesuaikan HJE (Harga Jual Eceran) mendekati harga keekonomian sembari mendorong subsidi tertutup untuk gas melon itu tahun depan. “Misalnya secara tepat sasaran terintegrasi dengan program-program perlindungan sosial dan juga penyesuaian HJE LPG ini diselaraskan dengan kondisi perekonomian kalau sudah kondusif,” kata Febrio.
Sementara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut saat ini belum ada pembahasan spesifik ihwal rencana kenaikan harga jual eceran (HJE) LPG 3 kilogram. Kenaikan LPG 3 kg masih menunggu keputusan Presiden Jokowi. “Belum ada pembahasan (BKF dengan ESDM),” kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih, Rabu (15/6/2022).
Soerja menegaskan, kebijakan terkait dengan penyesuaian HJE gas melon subsidi itu sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan demikian, dia meminta, masyarakat untuk menanti kebijakan dari Jokowi ihwal rencana penyesuaian HJE LPG 3 kilogram yang ditarget efektif tahun depan. “Kebijakan harga nanti menunggu keputusan Bapak Presiden,” ujarnya.
Di sisi lain, dia memastikan, ketersediaan LPG 3 kg di tengah masyarakat relatif stabil kendati selisih harga yang cukup lebar antara komoditas subsidi dan non subsidi yang belakangan menyebabkan peralihan konsumsi di tengah masyarakat yang cukup signifikan sejak 2010 lalu. “LPG 3 Kilogram tersedia cukup,” tuturnya.
Lebih jauh menurut Febrio Nathan Kacaribu, Kemenkeu berencana untuk menaikkan HJE LPG 3 kilogram subsidi seiring dengan melebarnya harga keekonomian dari gas melon itu yang sudah terpaut Rp 15.359 per kilogram. Selisih HJE yang lebar itu berasal dari asumsi minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude price (ICP) yang dipatok 100 dolar AS per barel dengan nilai kurs sebesar Rp 14.450 per dolar AS. Adapun, perkiraan harga patokan yang dihitung Kemenkeu sudah mencapai Rp 19.609 per kilogram, sedangkan HJE yang berlaku saat ini Rp 4.250 per kilogram selama satu dekade terakhir.
Febrio Nathan Kacaribu memproyeksikan konsumsi masyarakat untuk LPG 3 kilogram itu mencapai 7,82 juta ton, sementara konsumsi LPG non subsidi hanya 0,58 juta ton. Evaluasi Susenas menunjukkan subsidi LPG 3 kilogram itu mayoritas dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas alias orang kaya. Susenas mencatat 4 desil masyarakat miskin menikmati 23,3 persen dari total subsidi, sedangkan 4 desil masyarakat menengah ke atas menikmati 57,9 persen dari keseluruhan bantuan gas cair itu.
Kemenkeu mencatat realisasi subsidi BBM dan LPG 3 kilogram naik rata-rata 26,58 persen setiap tahunnya selama kurun waktu 2017 hingga 2021. Kenaikan nilai subsidi itu dipengaruhi fluktuasi harga ICP dan nilai tukar rupiah. bis, set, cik