Hari Batik Nasional 2021, Khofifah Ajak Warga Beli Batik

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat tidak sekadar memeriahkan Hari Batik di media sosial, namun juga membeli batik dari perajin.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Di momen peringatan Hari Batik Nasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat tidak sekadar memeriahkannya di media sosial  melalui unggahan dan hashtag. Khofifah meminta masyarakat untuk membeli batik bukan printing dari para perajin batik.

Bacaan Lainnya

“Hari Batik, jangan hanya ramai di medsos atau hashtag saja, tapi juga ramaikan di gerai-gerai batik. Di Jatim ini banyak sekali sentra batik dengan beragam motif sesuai ciri khas daerahnya. Mulai dari Tuban, Banyuwangi, Madura, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek,  Mojokerto, Pacitan, Sidoarjo, Bojonegoro,  Jember dan sebagainya. Ayo bantu perajin batik di Jatim bisa tetap eksis dengan membeli produknya,” ungkap Khofifah di Bandara Juanda, Surabaya sebelum take off menuju Jayapura, Sabtu (2/10/2021).

Khofifah mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa batik printing adalah batik. Padahal, menurutnya batik printing bukanlah batik, melainkan hanya kain yang diprint dengan motif batik. Sementara, batik adalah kain yang diproduksi dengan metode membatik, baik itu tulis, cap, maupun campuran keduanya.

“Memang kain printing motif batik harganya lebih murah, tapi jika kita membelinya, perajin batik kita tidak akan dapat apa-apa. Kadang terasa lebih mahal karena itu kreasi hand made, bukan mesin,” imbuhnya.

Menurut Khofifah daripada beli baju merek luar negeri dengan harga selangit, lebih baik beli batik asli bukan printing yang notabene adalah produk dalam negeri.

Khofifah menyebut, membeli batik karya perajin sama dengan berkontribusi menyelamatkan aset bangsa yang telah resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity). Lebih dari itu, langkah ini juga sebagai bentuk penyelamatan terhadap pelaku UMKM yang ada di Jatim agar segera pulih dari Pandemi Covid-19. rya