
Kaesang Pangarep dan Presiden Jokowi.
JAKARTA (wartadigital.id) -Putera bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep sudah seharusnya membuka diri untuk diperiksa pihak independen terkait sumber uang yang digunakan untuk membeli saham perusahaan food frozen senilai hampir Rp 100 miliar.
Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Alif Kamal untuk mengakhiri polemik kepanjangan di publik tentang aliran dana yang masuk ke kantong Kaesang.
“Baiknya kaesang segera membuka diri untuk diperiksa oleh pihak independen terkait duit hampir 100 miliar itu. Terlepas soal ini ada aturan tidak ada aturan, pemeriksaan ini harus dilakukan,” ujar Alif, Minggu (19/12/2021).
Selain agar polemik tidak berlarut, Alif Kamal juga menilai bahwa Kaesang harus ingat dengan prinsip transparansi yang pernah didengungkan Presiden Joko Widodo. Di mana transparansi harus dilakukan hingga ke lingkungan terdekat.
“Agar prinsip transparansi dari lingkungan terdekat terpenuhi. Ingat presiden selalu kampanyekan itu terkait pemerintahannya yang bersih dan transparan,” kata Alif.
Kaesang, sambungnya, juga harus bisa menjaga kewibawaan Jokowi sebagai seorang ayah juga sekaligus Presiden RI.
Kritik juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. Dia menilai kemampuan Kaesang Pangarep membeli saham perusahaan frozen food senilai Rp 92 miliar diyakini tidak lepas dari pengaruh ayahnya, Presiden Jokowi. Karena Novel Bamukmin menilai Kaesang merupakan “anak kemarin sore” di dunia bisnis.
“Kalau bukan memanfaatkan kekuasaan bapaknya, mana mungkin anak kemarin sore (Kaesang) dengan segala keterbatasannya bisa membeli saham hampir Rp 100 miliar,” katanya, Minggu (19/12/2021).
Novel pun mendesak agar aparat penegak hukum untuk mengusut sumber harta Kaesang. Harus dipastikan bahwa uang tersebut bukan berasal dari penerimaan gratifikasi untuk Presiden Jokowi melalui Kaesang. “Wajib diusut itu karena bisa diduga gratifikasi,” pungkas Novel. rmo