Ini Respons Sinis Israel Usai Inggris, Kanada, Australia Akui Negara Palestina

PM Israel Benjamin Netanyahu

NEW YORK (wartadigital.id) – Israel merespons sinis pengumuman Inggris, Kanada, dan Australia, yang resmi mengakui Negara Palestina pada Minggu (21/9/2025). Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh ketiga negara itu memberikan hadiah kepada kelompok teror.

Dalam sebuah pernyataan, PM Netanyahu mengatakan tidak akan ada negara Palestina. “Tanggapan atas upaya terbaru untuk memaksakan negara teror di jantung tanah kami akan diberikan setelah saya kembali dari Amerika Serikat. Saya memiliki pesan yang jelas kepada para pemimpin yang mengakui Negara Palestina setelah pembantaian 7 Oktober yang mengerikan: Anda menghadiahi teror dengan hadiah yang sangat besar. Dan saya punya pesan lain untuk Anda: Itu tidak akan terjadi. Tidak akan ada Negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan,” imbuh dia, seperti dikutip Reuters, Senin (22/9/2025).

Bacaan Lainnya

Mengulangi penentangannya yang telah lama ada terhadap Negara Palestina, Netanyahu berjanji untuk terus memperluas permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. “Selama bertahun-tahun, saya telah mencegah pembentukan negara teror tersebut, melawan tekanan luar biasa, baik dari dalam maupun luar negeri. Kami telah melakukan ini dengan tekad dan kenegarawanan yang cerdik. Lebih dari itu, kami telah menggandakan permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria, dan kami akan melanjutkan langkah ini,” kata Netanyahu.

Secara khusus, Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengakui Negara Palestina pada hari Minggu, bergabung dengan negara-negara lain dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk menghidupkan kembali momentum solusi dua negara.

Dalam sebuah unggahan di X, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menulis, “Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina.

Perdana Menteri Mark Carney dalam sebuah pernyataan mengatakan, Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan  dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan tindakan pengakuan hari ini mencerminkan komitmen jangka panjang Australia terhadap solusi dua negara, yang selalu menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian dan keamanan abadi bagi rakyat Israel dan Palestina.

Dia juga mengatakan bahwa Australia akan terus bekerja sama dengan mitra internasionalnya untuk melanjutkan tindakan pengakuan hari ini dan membawa Timur Tengah lebih dekat ke perdamaian dan keamanan abadi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengatakan bahwa negara-negara yang mengakui Negara Palestina minggu ini mengambil langkah yang tidak dapat diubah yang melestarikan solusi dua negara dan mendekatkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. sin

 

 

Pos terkait