
JAKARTA (wartadigital.id) — Harga pangan secara rata-rata nasional terpantau mengalami kenaikan bervariasi menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Harga ikan terpantau mengalami penurunan, sedangkan harga beras naik.
Mengacu data Badan Pangan Nasional (Bapanas) Selasa (3/12/2024), harga komoditas pangan yang bersumber dari protein hewani mengalami penurunan harga. Misalnya, harga rata-rata ikan kembung senilai Rp 37.370 per kilogram, atau turun 0,03%. Selanjutnya, harga rata-rata ikan tongkol turun 0,25% menjadi Rp 31.410 per kilogram. Disusul harga ikan bandeng turun 1,04% menjadi Rp 33.350 per kilogram. Di lain sisi, harga rata-rata beras premium naik 0,52% menjadi Rp 15.470 per kilogram. Diikuti harga beras medium yang naik 0,07% menjadi Rp 13.470.
Selanjutnya, harga beras SPHP Bulog stagnan sehingga rata-rata harga beras SPHP dipatok menjadi Rp 12.510 per kilogram. Meskipun harga beras naik, tapi harga daging ayam ras turun 0,03% menjadi Rp 36.480 per kilogram, sedangkan daging sapi murni di pedagang eceran naik 0,42% menjadi Rp 135.010 per kilogram. Adapun, harga rata-rata telur ayam ras di pedagang eceran justru terpantau mengalami kenaikan 0,42% menjadi Rp 28.420 per kilogram. Lalu, harga cabai merah keriting naik 0,70% menjadi Rp 30.170 per kilogram. Namun harga cabai rawit merah turun 0,39% atau menjadi Rp 38.160 per kilogram. Di lain sisi, kenaikan harga pangan terjadi pada komoditas bawang merah yang terkerek 1,25% menjadi Rp 39.650 per kg, dan bawang putih bonggol naik 0,74% menjadi Rp 41.940 per kg. Untuk harga pangan kedelai biji kering impor terpantau turun 0,10% menjadi Rp 10.490 per kilogram.
Sementara, harga jagung pakan di tingkat peternak stagnan menjadi Rp 6.020 per kilogram. Di lain sisi, harga minyak goreng kemasan sederhana turun 0,05% menjadi Rp 18.530 per liter, sedangkan rata-rata minyak goreng curah naik 0,35% ke harga Rp 17.250 per liter. Panel harga Bapanas menunjukkan harga rata-rata gula konsumsi di pedagang eceran naik 0,11% menjadi Rp 17.970 per kilogram. Disusul harga garam halus beryodium stagnan menjadi Rp 11.560 per kilogram. Kemudian, harga rata-rata tepung terigu curah melandai 0,30% menjadi Rp 10.100 per kilogram. Sementara itu, tepung terigu kemasan (non curah) turun 0,38% menjadi Rp 13.060 per kilogram.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pasokan pangan Indonesia aman hingga akhir tahun, termasuk untuk kebutuhan saat perayaan Nataru. Dalam hal ini, pria yang akrab disapa Zulhas tersebut bilang turut berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Zulhas menegaskan bahwa stok beras dari Bulog ada sebanyak 2 juta ton, ditambah stok beras ada di masyarakat yakni sebanyak lebih dari 8 juta ton untuk momen Nataru.
“Saya dapat data dari Pak Mentan, dari Menteri Perdagangan, semua dari menteri terkait, aman. Stok beras Bulog ambil dua juta (ton), dan yang ada di masyarakat delapan juta (ton) lebih. Jadi aman, terkendali, stabil. Oleh karena itu kita minta kepada masyarakat, tidak usah khawatir,” terangnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama Zulhas pun mengonfirmasi bahwa harga pangan stabil dan stok barang sembako dalam kondisi cukup di pasaran untuk menghadapi momen Nataru. “Harga stabil, stok barang sembako cukup di pasaran Nataru, Insyaallah aman. Cukup ya,” tandasnya.
Zulhas menyebut stok beras Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, Zulhas menyebut impor beras Tanah Air mulai tahun depan juga akan semakin berkurang signifikan lantaran adanya kenaikan produksi pangan di Indonesia. Adapun realisasi impor beras tahun ini mencapai 2,8 juta ton dari kuota yang ditentukan 3,6 juta ton. set, bis, ins