wartadigital.id
Headline Sport

Keren, Mahasiswa Unair Berhasil Raih Medali Emas Wushu pada PON XX/2021 Papua

Alisya Mellynar, peraih medali emas kategori olahraga wushu pada PON XX/2021 Papua.

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah satu mahasiswa D4 Pengobat Tradisional, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (Unair) dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Dia adalah Alisya Mellynar, peraih medali emas kategori olahraga wushu.

Alis mengungkapkan bahwa dia tidak pernah menduga akan membawa pulang medali emas. Tentu dia juga merasa sangat senang dapat meraih prestasi tersebut. Perolehan medali itu, lanjutnya, menjadi medali emas pertama bagi Alis pada ajang PON.

“Ini merupakan kali pertama bagi saya mengikuti PON, sehingga saya juga tidak memiliki target untuk berhasil naik podium,” tutur mahasiswa angkatan 2019 tersebut. Rabu (5/10/2021).

Sebelum mengikuti perlombaan dalam PON, Alis rutin melaksanakan latihan baik pada tingkat daerah di Surabaya maupun pada program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang dilaksanakan di Jakarta. Segala bentuk latihan yang dilakukan Alis tentu merupakan arahan dari sang pelatih.

Alis bercerita, awal mula dia mengikuti wushu karena ajakan kakak sepupunya. Saat itu, Alis masih berusia 10 tahun. Setelah tiga tahun berjalan lebih tepatnya pada 2014, dia mulai serius menggeluti wushu dan berhasil memperoleh peringkat empat pada ajang kompetisi di Yogyakarta.

“Awalnya memang hanya ikut kakak sepupu, tetapi orangtua terus mendukung saya dan selalu mengantar saya latihan hingga tiga tahun berlalu saya memutuskan untuk lebih serius karena saya juga ingin menjadi anak yang berguna bagi orang tua,” cerita Alis.

Sebelumnya, Alis telah berhasil memperoleh beberapa prestasi lain. Pada tingkat nasional prestasi yang dia raih yaitu pada ajang kejuaraan nasional (Kejurnas) Wushu Junior dan Senior di Semarang pada 2017, Kejurnas Wushu Junior dan Senior (Piala Presiden dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2018, serta Kejurnas Wushu Junior dan Senior (Piala Presiden dan Babak Kualifikasi PON 2020) di Bangka Belitung.

Sedangkan tingkat internasional prestasi yang berhasil Alis raih yakni pada International Borneo Martial Arts Open, Sibu, Malaysia pada 2017 dimana dia memperoleh satu emas dan satu perak. Selain itu, dia juga berhasil memperoleh dua emas pada 3rd World Taijiquan Championships, Burgas, Bulgaria pada 2018.

“Dalam setiap kompetisi saya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pelatih dan orangtua saya, namun terkadang keinginan saya tersebut juga menjadi beban tersendiri bagi saya,” ucapnya.

Ke depan, Alis berharap dapat lebih banyak mengukir prestasi. Namun, belajar dari pengalaman sebelumnya, Alis tidak ingin terlalu banyak target dan juga tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi. Dia tetap memberikan usaha yang terbaik tetapi dia berserah kepada Yang Maha Kuasa terkait apa yang akan terjadi.

“Menurut saya, ketika telah memutuskan untuk menggeluti sesuatu maka jangan memberikan usaha yang setengah-setengah. Ketika melakukan sesuatu tidak tulus dari hati maka hasil yang didapatkan juga tidak akan setinggi yang diharapkan,” ungkap Alis.

Terakhir, Alis berpesan ketika tidak ada motivasi untuk berprestasi dari diri sendiri maka cobalah untuk melihat perjuangan orang yang berada di sekitar. Menurutnya, usaha yang dilakukan orang lain akan menjadi sia-sia ketika tidak muncul kesadaran dari diri sendiri.

“Jadi, menurut saya ketika kita telah mendapat banyak pengorbanan dari orang lain contohnya dari orangtua maka setidaknya kita juga dapat memberikan pengorbanan yang sama untuk mereka,” pesannya. mas

Related posts

Tak Punya Uang untuk Bayar Kos, Anak Yatim Hidup Sendirian di Bawah Kolong Jembatan

redaksiWD

Pelindo III Siapkan Alat untuk Akses Aplikasi Peduli Lindungi

redaksiWD

Sembrono Bicara Darurat Militer, Menko PMK Harus Minta Maaf

redaksiWD